Sertifikasi Halal Produk Non-Makanan, Pengusaha Minta Diajak Bicara

Minggu, 27 Maret 2016 - 07:08 WIB
Sertifikasi Halal Produk...
Sertifikasi Halal Produk Non-Makanan, Pengusaha Minta Diajak Bicara
A A A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menargetkan 85% produk di Indonesia, termasuk produk non-makanan, seperti pakaian dan sepatu, bersertifikasi halal. Terkait rencana tersebut pengusaha meminta diajak bicara.

Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) menyatakan, pada prinsipnya pengusaha mendukung label halal pada produk sandang. Tapi, yang perlu digarisbawahi di sini adalah pemerintah harus menjelaskan mengenai maksud dan tujuan diberlakukannya seritifkasi tersebut.

"Jadi apapun nuansanya, apakah untuk kebaikan umat, bagi bangsa, dan negara kami dukung. Tapi, kami intinya perlu diajak bicara. Kalau itu semua baik-baik saja untuk kondisi tersebut, ya kami oke-oke saja, kami mendukung," ujar Ketua Umum Aprindo Roy Nicolas Mandey, Sabtu (26/3/2016).

Sebab itu, Aprindo berharap produsen dan pengusaha dapat diajak bicara apa tujuan sertifikasi halal tersebut. Sehingga keputusan itu tidak serta merta diterapkan sepihak, tapi sudah merupakan perumusan bersama.

"Kami usulkan model-model sertifikasi belum saatnya sekarang mengingat masih dalam tahap recovery. Jadi dengan kata lain tunggu momennya dan tunggu saatnya," tegas Roy.

Menurutnya, persoalan ini dapat menimbulkan biaya baru, karena ongkos produksi saat ini sudah standar. "Apakah ini akan menimbulkan biaya baru? Karena ongkos produksi kan tentunya saat ini sudah standar. Kemudian nanti ditambah seritifkasi halal ini lalu nanti menimbulkan biaya baru. Nah ini nanti berkaitan dengan harga jual yang nanti dilakukan oleh peritel," papar Roy.

Produsen akan menghitung apakah menimbulkan beban atau tidak dari baik hulu hingga hilir. Aprindo melihat di sini yang penting bukan untuk menghambat tapi itikad buat kebaikan bersama atau kebaikan umat.

"Jadi jangan sampai sertifikasi halal ini membuat adanya tambahan biaya atau tambahan cost produksi sehingga menimbulkan beban baru bagi masyarakat," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ehm, Penyelenggaran...
Ehm, Penyelenggaran Hari Ritel Nasional 'Diadang' Diskon Gede Harbolnas
Pengembangan Inovasi...
Pengembangan Inovasi Produk Halal Lewat Platform Digital
Aprindo Dorong Produk...
Aprindo Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Dunia
Beri Kenyamanan Konsumen,...
Beri Kenyamanan Konsumen, Lawson Raih Predikat A Sertifikasi Halal
Produk Prancis Diboikot,...
Produk Prancis Diboikot, 4,5 Juta Pekerja di Sektor Ritel Terancam
Uni Eropa Terus Perkuat...
Uni Eropa Terus Perkuat Kehadiran Produknya di Tanah Air
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
34 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
51 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
11 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Indonesia...
5 Makanan Indonesia Masuk 100 Hidangan Terbaik Dunia 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved