Produk Prancis Diboikot, 4,5 Juta Pekerja di Sektor Ritel Terancam
Kamis, 05 November 2020 - 08:43 WIB
loading...
Menanggapi kampanye boikot produk Prancis, Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia (APRINDO) mengatakan, akan mengancam usaha ritel di Tanah Air. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menanggapi kampanye boikot produk Prancis , Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia (APRINDO) Roy N Mandey mengatakan, dengan adanya seruan tersebut, maka akan mengancam usaha ritel di Tanah Air. Bahkan, bisa berdampak terhadap merumahkan atau terparah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pegawai.
Seperti diketahui beberapa kelompok masyarakat Indonesia menyerukan kampanye boikot produk Prancis. Hal tersebut menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina umat Islam.
(Baca Juga: Ramai-ramai Boikot Produk Prancis, Pengusaha Ritel Kekeuh Tetap Jual )
Dia menjelaskan, sektor usaha ritel di Indonesia itu cukup banyak menyerap tenaga kerja. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 4,5 juta pekerja.
"Kita menyerap itu hampir 4,5 juta jumlahnya. Jadi bisa dibayangkan, akhirnya tenaga kerja harus dirumahkan. Rata-rata tenaga kerja itu berasal dari putra-putra daerah. Akhirnya memberikan dampak terhadap daya beli dan ekonomi itu sendiri," ujarnya.
Seperti diketahui beberapa kelompok masyarakat Indonesia menyerukan kampanye boikot produk Prancis. Hal tersebut menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina umat Islam.
(Baca Juga: Ramai-ramai Boikot Produk Prancis, Pengusaha Ritel Kekeuh Tetap Jual )
Dia menjelaskan, sektor usaha ritel di Indonesia itu cukup banyak menyerap tenaga kerja. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 4,5 juta pekerja.
"Kita menyerap itu hampir 4,5 juta jumlahnya. Jadi bisa dibayangkan, akhirnya tenaga kerja harus dirumahkan. Rata-rata tenaga kerja itu berasal dari putra-putra daerah. Akhirnya memberikan dampak terhadap daya beli dan ekonomi itu sendiri," ujarnya.
Lihat Juga :