Di Depan Jokowi, Menkeu Akui Ketimpangan Pajak RI

Selasa, 29 Maret 2016 - 11:19 WIB
Di Depan Jokowi, Menkeu...
Di Depan Jokowi, Menkeu Akui Ketimpangan Pajak RI
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengakui, struktur pajak di Indonesia masih mengalami ketimpangan lantaran Indonesia masih terlalu bergantung pada pajak badan atau perusahaan. Pernyataanya tersebut diungkapkan di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hadir untuk memberikan pengarahan di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Tahun 2016

"‎Harus diakui saat ini struktur pajak kita masih timpang karena bergantung pada pajak badan atau perusahaan. Sementara kita tahu kondisi perusahaan tergantung ekonomi. Ekonomi naik turun maka penerimaan perusahaan juga naik turun," jelasnya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (29/3/2016).

(Baca Juga: Jokowi Berikan Pengarahan ke DJP Genjot Penerimaan Pajak)

Dia menambahkan selama ini struktur perpajakan yang modern, masih terus diperhatikan. Namun tidak baik juga jika bergantung lebih pada pajak badan atau perusahaan, pasalnya, perusahaan kondisinya juga bergantung pada ekonomi. Pihaknya juga memahami bahwa tingkat kepatuhan atau kesadaran wajib pajak di Indonesia masih sangat rendah.

Karena itu, lanjut dia pemerintah ingin meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi (WPOP). "Kami bertugas untuk memberikan pengarahan kepada para individu untuk membayar pajak dengan benar. Sehingga suatu saat kita punya struktur pajak yang lebih baik dimana WPOP lebih dominan dan lebih stabil karena tidak terpengaruh langsung oleh kondisi ekonomi," kata dia.

Menurutnya diharapkan penerimaan dari WPOP tahun ini bisa meningkat daripada tahun lalu Rp9 triliun. Dia juga menekankan pihaknya akan bekerja keras agar WPOP tahun ini bisa naik drastis lagi. "Tahun lalu WPOP kita hanya Rp9 triliun. Naik lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya Rp4 triliun. Saya harap kenaikan yang sama bisa terjadi di tahun ini," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Per 1 Juli Netflix dan...
Per 1 Juli Netflix dan Zoom Dikenai Pajak
Dihantam Covid-19, hingga...
Dihantam Covid-19, hingga April Penerimaan Pajak Turun 0,9%
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Penerimaan Pajak dari Sektor Digital
Pajak Digital Belum...
Pajak Digital Belum Disepakati G20, Sri Mulyani Ungkap Gara-gara AS
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Ini Lho Alasan Kenapa...
Ini Lho Alasan Kenapa Sepeda Masuk Objek Wajib Lapor SPT
Berita Terkini
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
7 menit yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
52 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved