Wall Street Masih Menguat Terdongkrak Saham Keuangan
Kamis, 31 Maret 2016 - 09:21 WIB
Wall Street Masih Menguat Terdongkrak Saham Keuangan
A
A
A
NEW YORK - Indeks Wall Street kemarin waktu setempat terus menjaga tren positif, sedikit banyak terbantu pernyataan Gubernur The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) Janet Yellen untuk mengurangi ketidakpastian terkait suku bunga acuan (Fed rate). MetLife dan saham keuangan lain memimpin kenaikan pasar modal AS diikuti membaiknya saham teknologi seperti Apple.
Dilansir Reuters, Kamis (31/3/2016) pernyataan Yellen yang mengatakan akan tetap menaikkan suku bunga acuan, namun dengan sikap yang hati-hati mendapatkan respon dari Presiden Chicago Fed, Charles Evans. Dia mengatakan terdapat rintangan tinggi terkait rencana menaikkan kembali suku bunga acuan pada April nanti, apabila melihat inflasi yang menurutnya berada di level rendah.
Meski begitu investor diyakini menjadi lebih tenang setelah komentar Yellen setelah selama satu bulan dibayangi perekonomian global yang melambat, dolar Amerika Serikat (AS) menguat, harga minyak yang naik turun serta pertumbuhan perusahaan AS.
Tercatat indeks S & P 500 membaik 0,44% untuk mengakhiri tengah pekan ini menjadi 2.063,95 dengan keuntungan sekitar 1% selama 2016. Indeks Dow Jones industrial average (DJI) juga menguat 0,47% atau 17.716,66 saat komposit Nasdaq juga meningkat 0,47% ke level 4.869,29. Beberapa saham keuangan seperti MetLife yang naik 5,34% menjadi sentimen positif buat Wall Street.
Saham teknologi seperti Apple juga membaik atau naik 1,75% untuk memberikan dorongan terbesar kepada S & P 500 dan Nasdaq. Sementara indeks pasar volatilitas CBOE berakhir turun 1,9% pada tingkat terendah sejak Agustus sebelum ketakutan dari krisis keuangan di China memicu kekacauan di pasar global.
"Sahabat pasar terus menjadi Fed dan bank sentral di seluruh dunia. Investor bernafsu untuk meningkatkan risiko," jelas Pendiri Cornerstone Financial Partners di Charlotte, North Carolina, Jeff Carbone.
Dilansir Reuters, Kamis (31/3/2016) pernyataan Yellen yang mengatakan akan tetap menaikkan suku bunga acuan, namun dengan sikap yang hati-hati mendapatkan respon dari Presiden Chicago Fed, Charles Evans. Dia mengatakan terdapat rintangan tinggi terkait rencana menaikkan kembali suku bunga acuan pada April nanti, apabila melihat inflasi yang menurutnya berada di level rendah.
Meski begitu investor diyakini menjadi lebih tenang setelah komentar Yellen setelah selama satu bulan dibayangi perekonomian global yang melambat, dolar Amerika Serikat (AS) menguat, harga minyak yang naik turun serta pertumbuhan perusahaan AS.
Tercatat indeks S & P 500 membaik 0,44% untuk mengakhiri tengah pekan ini menjadi 2.063,95 dengan keuntungan sekitar 1% selama 2016. Indeks Dow Jones industrial average (DJI) juga menguat 0,47% atau 17.716,66 saat komposit Nasdaq juga meningkat 0,47% ke level 4.869,29. Beberapa saham keuangan seperti MetLife yang naik 5,34% menjadi sentimen positif buat Wall Street.
Saham teknologi seperti Apple juga membaik atau naik 1,75% untuk memberikan dorongan terbesar kepada S & P 500 dan Nasdaq. Sementara indeks pasar volatilitas CBOE berakhir turun 1,9% pada tingkat terendah sejak Agustus sebelum ketakutan dari krisis keuangan di China memicu kekacauan di pasar global.
"Sahabat pasar terus menjadi Fed dan bank sentral di seluruh dunia. Investor bernafsu untuk meningkatkan risiko," jelas Pendiri Cornerstone Financial Partners di Charlotte, North Carolina, Jeff Carbone.
(akr)
Lihat Juga :