Cara Ditjen Pajak Gali WP RI yang Masuk Panama Papers

Selasa, 05 April 2016 - 14:43 WIB
Cara Ditjen Pajak Gali...
Cara Ditjen Pajak Gali WP RI yang Masuk Panama Papers
A A A
JAKARTA - Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Mekar Satria Utama mengungkapkan akan mengerahkan unit khusus untuk menganalisa wajib pajak (WP) Indonesia yang masuk dalam The Panama Papers. Pihaknya memiliki unit khusus yang akan menggali potensinya.

Seperti diketahui, baru-baru ini muncul hasil investigasi dari International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) yang terdiri dari ratusan jurnalis di seluruh dunia.‎ ICIJ berhasil membongkar dokumen kekayaan tersembunyi dari para pemimpin dunia yang terindikasi mengemplang pajak dan pencucian uang.

Politisi dan selebriti terungkap dalam bocoran jutaan dokumen investasi luar negeri dari Panama dan nama-nama besar bermunculan. Investigasi tersebut membocorkan dokumen milik firma hukum luar negeri Mossack Fonseca yang berbasis di Panama. (Baca: Bocoran Panama Paper, Menkeu Sebut Punya Data Intelijen Sendiri)

Kekayaan tersembunyi dari para pemimpin dunia, politisi dan selebriti terungkap dalam bocoran jutaan dokumen investasi luar negeri dari Panama. Beberapa nama orang Indonesia yang diduga masuk di dalamnya, yakni Sandiaga Uno, Mochtar Riady dan Mohammad Riza Chalid.

"Kami punya unit khusus di DJP, dan kami akan analisis baru nanti kami gali potensinya. Sementara ini datanya baru kami terima, baru kami pelajari maka kami belum bisa klarifikasi," katanya di Jakarta, Selasa (5/4/2016).

Pihak DJP juga akan mengkonfirmasi ke wajib pajak yang ada dalam daftar tersebut. Jika ada data yang diketahui bahwa perusahaan "X" mnggelar transaksi di luar negeri yang mengindikasikan ada penghasilan atau keuntungan dari penjualan saham, DJP selalu konfirmasi dengan WP bersangkutan.

"Kalau dalam tahapan klarifikasi WP tidak memberikan keterangan dengan jelas, dan tetap bertahan tidak ingin membetulkan SPT baru kami masuk tahapan pemeriksaan," ujar dia.

Mekar mengatakan, pihaknya juga akan menggunakan Automatic Exchange of Information (AEoI). Namun, belum tahu apakah cara ini efektif atau tidak untuk mengungkap masalah tersebut, karena mereka melibatkan bank dan firma hukum.

"Kita belum tahu. Tapi yang pasti sekarang seluruh dunia berusaha untuk menghilangkan rahasia perbankan maka kami punya keyakinan data informasi itu akan mengalir ke kami," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fantastis! Gara-gara...
Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
15 Negara Surga Pajak...
15 Negara Surga Pajak Teratas di Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Anggota DPR Ini Beberkan...
Anggota DPR Ini Beberkan Modus Perusahaan Hindari Pajak
Waduh, Sri Mulyani Lihat...
Waduh, Sri Mulyani Lihat Masih Ada Celah Penggelapan Pajak di Indonesia
Oknum Pegawai TKS Samsat...
Oknum Pegawai TKS Samsat Diduga Tilep Ratusan Juta Uang Pajak
Penggelapan Uang Pajak...
Penggelapan Uang Pajak di Samsat, Kantor Bapenda Banten Digeledah Kejati
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved