Data Panama Papers Bocor, DPR Sebut RI Butuh Tax Amnesty

Rabu, 06 April 2016 - 15:16 WIB
Data Panama Papers Bocor,...
Data Panama Papers Bocor, DPR Sebut RI Butuh Tax Amnesty
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun mengatakan, kebocoran dokumen dan data firma hukum asal Panama Mossack Fonseca atau yang dikenal dengan nama Panama Papers, bukti bagi pemerintah dan DPR bahwa Indonesia butuh tax amensty. Di mana di dalamnya juga ada ribuan nama orang Indonesia.‎

Menurutnya, jika tax amnesty bisa dikerjakan dengan baik, selain uang yang terparkir di luar negeri milik orang Indonesia bisa kembali, juga akan membuka ruang orang untuk meminta maaf dan akhirnya mau membuka data-data mereka.

"Dengan bocornya data Panama Papers ini, membuktikan bahwa Indonesia sudah sangat membutuhkan tax amnesty. Jika tax amnesty ini bisa dikerjakan dengan baik, dibuka ruang orang meminta maaf, dibuka data-data yang dia punya, maka akan jadi proses pengampunan di mana orang akan merasa lega," katanya di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Misbakhun mengatakan, hal ini merupakan waktu bagus dan pemerintah harus memanfaatkan peluang ini untuk membuat tarif pajak ditingkat regional, mampu memberikan daya saing.

"Kita buat tarif pajak ditingkat regional, bisa bersaing di sistem perpajakan di Indonesia, dan menjadi insentif agar investasi tetap tumbuh," ujarnya.

Selain itu, hal ini juga bakal menjadi proses panjang untuk membangun prestise untuk jangka pendek dan panjang. Dari sisi jangka pendek, pemerintah akan mendapatkan penerimaan dan jangka panjang kan membuat tax base Indonesia jadi lebih panjang.

Dia menuturkan, orang yang sebelumnya melaporkan pajak mereka Rp1 triliun, jadi melapor Rp10 triliun. Tadinya melapor Rp10 miliar jadi melapor Rp100 miliar. Potensi ini harus digali terus oleh pemerintah.

"Kalau bisa kita dapatkan dengan baik, sistem perpajakan ini akan membangun kepercayaan ke orang, bahwa data yang dia berikan tidak akan disalahgunakan dan dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa lain," pungkas Misbakhun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa di Balik Geger...
Siapa di Balik Geger Pandora Papers?
Indonesia Sedang Demam...
Indonesia Sedang Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Fantastis! Gara-gara...
Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
15 Negara Surga Pajak...
15 Negara Surga Pajak Teratas di Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Anggota DPR Ini Beberkan...
Anggota DPR Ini Beberkan Modus Perusahaan Hindari Pajak
Waduh, Sri Mulyani Lihat...
Waduh, Sri Mulyani Lihat Masih Ada Celah Penggelapan Pajak di Indonesia
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved