Panama Papers Alat Pemerintah Tarik Dana dari Luar Negeri

Rabu, 06 April 2016 - 17:34 WIB
Panama Papers Alat Pemerintah...
Panama Papers Alat Pemerintah Tarik Dana dari Luar Negeri
A A A
JAKARTA - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menilai munculnya dokumen bertajuk 'Panama Papers' menjadi kesempatan pemerintah Indonesia untuk menarik dana dari luar negeri melalui kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.

(Baca: Pemerintah Klaim Punya Data Lebih Lengkap dari Panama Papers)

Menurutnya, sebelum mengaitkan antara kebijakan tax amnesty dengan Panama Papers, pemerintah telah mengatur tiga hal yang akan diatur dalam tax amnesty. "Pertama, uang yang bukan berasal dari (kejahatan) human trafficking, bukan dari aksi terorisme, dan bukan berasal dari narkoba atau drugs," kata dia di Kantornya, Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Pramono mengatakan, selain tiga hal yang disebutkan tersebut, maka akan masuk dalam daftar tax amnesty. Pemerintah menduga, banyak uang dengan jumlah besar tersimpan di Panama Papers. Karenanya, siapapun yang terindikasi terlibat dalam kejahatan uang atau pajak bakal terungkap.

"Bagi mereka, tax amnesty adalah kesempatan, dan agar uang itu bisa kembali dan bisa dipakai pemerintah bangun negara ini terutama infrastruktur yang jadi andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi)," tukasnya.

Untuk diketahui, Panama Papers adalah nama dokumen yang dibocorkan koalisi media internasional pada Minggu kemarin. Dokumen itu meliputi data transaksi rahasia keuangan para pimpinan politik dunia, skandal global dan data detil perjanjian keuangan tersembunyi para pengemplang dana, pengedar obat-obatan terlarang, miliarder, selebriti, bintang olahraga, dan lainnya.

Terdapat 2.961 nama individu ataupun perusahaan yang muncul, saat kata kunci "Indonesia" dimasukkan. Selain itu, pada laman yang sama pun muncul 2.400 alamat di Indonesia yang terdata dalam kolom "Listed Addresses".

Baca Juga:

Data Panama Papers Bocor, DPR Sebut RI Butuh Tax Amnesty
Kenali Skandal Panama Papers lewat Analogi Celengan Babi
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa di Balik Geger...
Siapa di Balik Geger Pandora Papers?
Indonesia Sedang Demam...
Indonesia Sedang Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Fantastis! Gara-gara...
Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
15 Negara Surga Pajak...
15 Negara Surga Pajak Teratas di Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Anggota DPR Ini Beberkan...
Anggota DPR Ini Beberkan Modus Perusahaan Hindari Pajak
Waduh, Sri Mulyani Lihat...
Waduh, Sri Mulyani Lihat Masih Ada Celah Penggelapan Pajak di Indonesia
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Israel Resmi Menyerah!...
Israel Resmi Menyerah! Segera Tarik Pasukan dari Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved