Wall Street Naik Terdorong Sektor Kesehatan dan Energi

Kamis, 07 April 2016 - 07:50 WIB
Wall Street Naik Terdorong...
Wall Street Naik Terdorong Sektor Kesehatan dan Energi
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir melonjak didukung naiknya sektor kesehatan setelah rencana merger Pfizer dan Allergan senilai USD160 miliar batal. Penguatan bursa saham AS ini juga terdorong sektor energi.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/4/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 112,73 poin atau 0,64% ke level 17.716,05, Indeks S&P 500 menguat 21,49 poin atau 1,05% ke level 2.066,66 dan Nasdaq Composite bertambah 76,78 poin atau 1,59% menjadi 4.920,72.

Risalah dari pertemuan Federal Reserve (The Fed) terbaru menyarankan Fed tidak mungkin untuk menaikkan suku bunga sebelum Juni tahun ini.

Produsen obat AS, Pfizer Inc (PFE.N) dan produsen yang berbasis di Irlandia, Allergan Plc (AGN.N) membatalkan merger setelah aturan Treasury AS bertujuan untuk membatasi penawaran inversi pemotongan pajak.

Sektor kesehatan Indeks S&P naik 2,7% sedangkan Biotech Nasdaq melonjak 6%. Saham Pfizer naik 5% menjadi USD32,93 dan memberi dorongan terbesar untuk S&P 500, sementara Allergan naik 3,5% ke level USD244,74.

"Saya kira Pfizer sekarang akan mencari target baru. Kenaikan itu sedikit kontr mengingat iklim politik tampaknya menjadi negatif untuk sektor farmasi besar sekarabg ini," kata Stephen Massocca, kepala investasi, Wedbush Equity Management LLC di San Francisco.

Di sisi lain, harga minyak mentah melonjak setelah data menunjukkan stok minyak AS pekan lalu tak terduga, meningkatkan saham perusahaan energi, di mana sektor energi S&P 500 naik 2,1%.

Investor akan segera mengalihkan perhatian mereka ke kuartal pertama pada S&P 500 yang diperkirakan akan turun 7,4% dari tahun lalu, menurut data Thomson Reuters.

Beberapa strategi melihat keuntungan lebih lanjut di pasar jika perusahaan dapat dengan mudah mengalahkan ekspektasi laba yang rendah.

Di samping itu, pembuat kebijakan Federal Reserve memperdebatkan apakah mereka akan menaikkan suku bunga pada bulan ini, namun sejumlah dari mereka berpendapat headwinds untuk pertumbuhan mungkin akan bertahan, dengan banyak berdebat mereka harus berhati-hati tentang kenaikan suku bunga.

"Saya tidak berpikir ada sesuatu yang sangat mengejutkan di sana. Kami tahu dari komentar sebelumnya segera setelah (pertemuan) bahwa ada beberapa pertikaian," kata Massocca.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
7 menit yang lalu
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
23 menit yang lalu
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
45 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
1 jam yang lalu
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
1 jam yang lalu
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved