Masyarakat Diminta Waspada Berinvestasi Forex

Minggu, 10 April 2016 - 21:43 WIB
Masyarakat Diminta Waspada...
Masyarakat Diminta Waspada Berinvestasi Forex
A A A
JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, (Kemendag) memita masyarakat waspada terhadap maraknya penipuan investasi forex. Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Bappebti, Sri Hariyati berharap masyarakat Indonesia berhati-hati dalam mengikuti kegiatan yang berkedok pelatihan atau seminar atau Workshop Forex.

Biasanya para peserta akhirnya ditawarkan untuk menjadi nasabah yang selanjutnya melakukan transaksi forex dengan iming-iming pasti untung dan fixed income. Padahal transaksi ini dikenal dengan investasi high risk high return.

"Masyarakat juga diimbau agar lebih jeli dan teliti dalam memilih perusahan pialang untuk berinvestasi di perusahaan yang telah memiliki izin dari otoritas yang berwenang," ujar Sri Hariyati dalamketerangan tertulisnya Minggu (10/4).

Saat ini terdapat 67 perusahaan Pialang Berjangka, 2 Bursa Berjangka, dan 2 Kliring Berjangka yang telah memperoleh izin usaha dari Bappebti, serta 1 asosiasi yang telah mendapat persetujuan dari Bappebti. Sri juga mengimbau masyarakat yang ingin berinvestasi di perusahaan yang telah terdaftar di Bappebti, hendaknya tetap menjadi investor yang cerdas dengan terlebih dahulu melakukan pengecekan legalitas perusahan Pialang Berjangka (broker) di website: www.bappebti.go.id.

Mengenali jenis investasi yang akan digunakan apakah berisiko atau tidak. Kemudian melakukan verifikasi apakah perusahaan Pialang Berjangka memiliki rekening terpisah atau tidak untuk penampungan dana nasabah. "Masyarakat jangan terimingi-imingi janji pasti untung dan penghasilan tetap (fixed income),’’tegasnya.

Sri mengungkapkan, pekan lalu, Bappebti kemarin menghentikan kegiatan seminar atau Workshop Forex di Pekanbaru. Workshop Forex itu tidak mengantongi izin dari Bappebti. Penggrebekan ini berkat adanya pengaduan nasabah kepada Bappebti yang mengadukan pialang atau broker luar negeri, karena mengalami kesulitan dalam melakukan penarikan dana (withdrawal) di broker luar negeri.

Awalnya, nasabah mengikuti kegiatan seminar atau workshop forex yang digelar oleh salah satu broker luar negeri di Indonesia kemudian diikuti dengan penyetoran sejumlah uang ke broker luar negeri tersebut. Tetapi yang terjadi kemudian ternyata nasabah kesulitan menarik dananya. Pengaduan tersebut mengalami hambatan untuk ditindaklanjuti oleh Bappebti lantaran broker luar negeri memiliki wilayah hukum atau yurisdiksi yang berbeda.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kenali Dulu Produknya...
Kenali Dulu Produknya sebelum Berinvestasi
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Mau Mulai Berinvestasi?...
Mau Mulai Berinvestasi? Ini 5 Aplikasi Online Aman Untukmu
5 Alasan Generasi Sandwich...
5 Alasan Generasi Sandwich Harus Mulai Berinvestasi
Mau Berinvestasi Uang...
Mau Berinvestasi Uang Kripto? Gunakan 'Uang Dingin'
Investor Thailand Diajak...
Investor Thailand Diajak Berinvestasi Hijau di Indonesia
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
19 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
49 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved