Ini Manfaat yang Ditawarkan Negara Surga Pajak

Senin, 11 April 2016 - 15:01 WIB
Ini Manfaat yang Ditawarkan...
Ini Manfaat yang Ditawarkan Negara Surga Pajak
A A A
JAKARTA - Negara yang tergolong masuk dalam surga pajak atau tax havens menawarkan sembilan manfaat guna menarik aliran dana masuk ke negaranya. Negara surga pajak pada umumnya menawarkan manfaat, misalnya peluang diversifikasi investasi.

(Baca: Awal Mula Munculnya Surga Pajak)

"Negara suaka pajak pada umumnya menawarkan manfaat, seperti yang pertama, peluang diversifikasi investasi," ujar Pengamat Pajak Yustinus Prastowo melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (11/4/2016).

Kedua, sebagai strategi untuk menangguhkan beban pajak bagi perusahaan yang menginvestasikan uangnya di negara surga pajak. "Kedua, strategi menangguhkan beban pajak. Ketiga, perlindungan asset yang kuat," ujarnya di Jakarta, Senin (11/4/2016).

Keempat, agar hasil investasi yang ditanamkan bebas pajak. Kelima, offshore banding dengan keleluasaan dan privasi. Keenam, negara surga pajak menawarkan imbal hasil yang lebih besa, juga mengurangi beban pajak bagi perusahaan atau perorangan.

Kedelapan, dia menyebutkan, pihak yang menaruh dananya di negara surga pajak bisa menghindari restriksi mata uang. Kesembilam, menawarkan peluang untuk mengembangkan bisnis.

"Bahaya penggunaan tax havens antara lain money laundering, penyalahgunaan perusahaan cangkang, pendanaan yang keliru, penggelapan pajak dan ancaman pada stabilitas sistem keuangan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, istilah tax havens atau sering disebut surga pajak pertama kali muncul di majalah The Times 17 Mei 1894. Ketika banyak wajib pajak di Inggris memindahkan kekayaannya untuk menghindari pajak.

Yustinus mengatakan, pasca perang dunia I, kebutuhan biaya akibat kehancuran ekonomi mendorong negara-negara untuk menaikkan tarif pajak. Tujuannya agar pendapatan negara meningkat.

"Tarif pajak pada 1924 bahkan mencapai 72%. Sejak saat itulah tax havens lahir dan tiga kota di Swiss Geneva, Zurich dan Basel menjadi pusat penghindaran pajak yang aman," ujarnya.

Pada kurun 1930-an, kata dia, pemungutan pajak yang semakin agresif mendorong lahirnya tax havens baru. Ketika Roosevelt berkuasa, para pengusaha di AS menggunakan Bahama sebagai tempat menyembunyikan penghasilan.

Sementara, pada 1960, Cayman Island lahir sebagai tax havens baru yang didukung perbankan Kanada. Sehingga, membuat The Rolling Stones meninggalkan Inggris pada 1971 karena beban pajak yang terlampau tinggi.

"Mereka pun melakukan eksodus ke AS, dan diikuti banyak profesional lainnya. Pada saat bersamaan, Panama juga lahir sebagai tax havens yang menyimpan dana milik pengusaha AS dan Amerika Tengah, terutama Kuba," pungkasnya.

(Baca: Ciri-ciri Negara Surga Pajak)

Secara umum tax havens atau sering disebut surga pajak didefinisikan sebagai suatu negara atau wilayah yang mengenakan pajak rendah atau tidak sama sekali. Selain itu, juga menyediakan tempat aman bagi simpanan untuk menarik modal masuk. OECD memberi tiga ciri tax havens yaitu menerapkan tarif pajak rendah atau bebas pajak, lack of transparency dan lack of effective exchange of information.

Baca Juga:

Mau Tahu 10 Negara Surga Pajak, Ini Dia
Sistem IT Bikin Pengusaha RI Kabur ke Negara Surga Pajak
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa di Balik Geger...
Siapa di Balik Geger Pandora Papers?
Indonesia Sedang Demam...
Indonesia Sedang Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Fantastis! Gara-gara...
Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
15 Negara Surga Pajak...
15 Negara Surga Pajak Teratas di Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Anggota DPR Ini Beberkan...
Anggota DPR Ini Beberkan Modus Perusahaan Hindari Pajak
Waduh, Sri Mulyani Lihat...
Waduh, Sri Mulyani Lihat Masih Ada Celah Penggelapan Pajak di Indonesia
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved