IHSG Diramal Masih Mencoba Bertahan Terimbas Sentimen Global
Selasa, 12 April 2016 - 08:07 WIB
IHSG Diramal Masih Mencoba Bertahan Terimbas Sentimen Global
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berusaha menahan pada support MA50 hingga mencoba menguat dengan range pergerakan 4.760-4.840. Secara teknikal hari ini bursa saham Tanah Air bergerak menutup gap yang terbentuk pada akhir maret dilevel 4.786 dan mampu bertahan pada support MA50.
"Indikator Stochastic masih terlihat tekanan jual yang cukup besar dengan momentum bearish RSI," ujar Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (12/4/2016).
Dia menambahkan sentimen selanjutnya yang akan ditunggu oleh investor yakni Data FDI-Foreign Direct Investment (YTD) di China, Tingkat inflasi di German dan Inggris dan Laporan mingguan stok minyak di AS.
Sementara, IHSG kemarin kembali tertekan di awal pekan ini dengan berakhir -59.73 poin sebesar -1,23% di level 4.786,97 dengan volume yang moderate. Sektor aneka industri dan keuangan terutama perbankan masih mengalami aksi jual hingga memimpin pelemahan pada perdagangan hari ini.
Adanya Outlook negatif perbankan indonesia yakni adanya penambahan resiko pada biaya kredit di kuartal 1 sejumlah Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) membuat investor melakukan aksi jual. "Meskipun rupiah pada hari ini menguat investor asing tetap tercatat net sell cukup besar dilevel Rp427,71 miliar," pungkasnya.
"Indikator Stochastic masih terlihat tekanan jual yang cukup besar dengan momentum bearish RSI," ujar Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (12/4/2016).
Dia menambahkan sentimen selanjutnya yang akan ditunggu oleh investor yakni Data FDI-Foreign Direct Investment (YTD) di China, Tingkat inflasi di German dan Inggris dan Laporan mingguan stok minyak di AS.
Sementara, IHSG kemarin kembali tertekan di awal pekan ini dengan berakhir -59.73 poin sebesar -1,23% di level 4.786,97 dengan volume yang moderate. Sektor aneka industri dan keuangan terutama perbankan masih mengalami aksi jual hingga memimpin pelemahan pada perdagangan hari ini.
Adanya Outlook negatif perbankan indonesia yakni adanya penambahan resiko pada biaya kredit di kuartal 1 sejumlah Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) membuat investor melakukan aksi jual. "Meskipun rupiah pada hari ini menguat investor asing tetap tercatat net sell cukup besar dilevel Rp427,71 miliar," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :