Menteri Agraria Bantah Urus Sertifikat Tanah Ruwet dan Mahal

Selasa, 12 April 2016 - 10:41 WIB
Menteri Agraria Bantah...
Menteri Agraria Bantah Urus Sertifikat Tanah Ruwet dan Mahal
A A A
BREBES - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ferry Mursyidan Baldan membantah tudingan yang menyatakan bahwa saat ini pengurusan sertifikasi tanah masih ruwet dan mahal. Pihaknya mengklaim saat ini prosesnya lebih cepat dan tidak dikenakan biaya sepeser pun.

(Baca: Urus Sertifikat Tanah Sulit, Jokowi Ancam Copot Menteri Agraria)

Dia menyebutkan, dari 1.050 lahan yang butuh disertifikasi di kawasan Brebes, 300 laha‎n di antaranya sudah selesai hanya dalam waktu dua pekan. Lahan tersebut rata-rata milik petani yang biasanya akan digunakan untuk agunan di bank.

"Makanya begini, sebetulnya kalau enggak ditahan sudah digadaikan lagi, kalau segi anggaran ini nol rupiah, cuman kan kita enggak enak mau membantah itu di depan mereka. Mungkin mereka lewat siapa-siapa. Jadi kalau kita nol rupiah masuk program khusus ini," katanya di Terminal Agribisnis Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4/2016).

Menurutnya, jika saat ini biaya pengurusan sertifikat tanah masih mahal, artinya mereka masih melewati tangan-tangan lain. Sebab, jika langsung mengurus sendiri tidak akan dikenakan biaya apapun.

"Artinya (kalau masih mahal) mereka lewat tangan-tangan yang lain gitu. Karena, kalau lewat kita langsung kan sudah nol rupiah, perbankan juga tahu. Ini sama kayak apa yang HGB untuk PKL kita nol rupiahkan," imbuh dia.

Selain itu, sambung Ferry, pembebasan dan proses sertifikasi ‎lahan saat ini cepat karena menggunakan sistem digitalisasi. "Ini jalan yang untuk pembebasan lahan apa gitu kita sudah cepat. Sebenarnya dengan proses digitalisasi ini kita sudah kerjakan," pungkasnya.

‎Sekadar diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) nampak kesal dengan fakta yang diperolehnya dari masyarakat, terkait persoalan sulitnya mengurus sertifikasi tanah di Kementerian Agraria dan Tata Ruang(ATR/Badan Pertanahan Nasional (BPN). Bahkan, dia sempat mengultimatum Menteri ATR‎ Ferry Mursyidan Baldan bahwa dirinya tak segan mencopot para menteri yang tidak bisa mengatasi persoalan ini.

Dia menambahkan tidak mau lagi mendengar keluhan dari masyarakat yang mengaku kesulitan mengurus sertifikat tanah di BTN. Karena, mantan Gubernur DKI Jakarta ini ‎selama ini selalu mendapat keluhan bahwa mengurus sertifikat tanah di BPN masih berbelit-belit.

‎"BPN saya beri peringatan, urusan sertifikat saya tidak mau lagi dengar terlalu lama. Ruwet. Kalau saya ngomong seperti ini, rakyat selalu bilang betul. Karena emang betul. Akan saya cek," tegas Jokowi di hadapan para menteri Kabinet Kerja yang hadir dalam peluncuran program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat di Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4/2016).

Dengan nada emosi, mantan Walikota Solo ini menyindir bahwa sejak dirinya lahir hingga saat ini mengurus sertifikat tanah masih membutuhkan proses yang panjang. Saat ini, kata dia teknologi di Indonesia sudah semakin canggih, sehingga semua seharusnya dapat dikerjakan dengan cepat.

"Tidak bisa, jangan diteruskan. Sekarang jaman IT dan semua kerjanya cepat. Tidak ada lagi berbulan-bulan urus sertifikat," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Atasi Persoalan Pertanahan,...
Atasi Persoalan Pertanahan, Pemkab Bogor Bentuk Satgas GTRA
Ini Target Sertifikat...
Ini Target Sertifikat Gratis dan PBT Kabupaten Bekasi Tahun 2022
Wamen ATR/BPN Sebut...
Wamen ATR/BPN Sebut Penataan Aset dan Akses Kunci Reforma Agraria
Rakernas Kapti Agraria...
Rakernas Kapti Agraria di Yogyakarta, Wamen ATR/BPN: Jaga Kualitas Alumni
Sertifikasi Aset PLN...
Sertifikasi Aset PLN di Sulsel Ditarget Rampung Desember 2021
Rugikan Industri, Pengusaha...
Rugikan Industri, Pengusaha Minta BPN Batalkan Sertifikat Jalan Dahwa Jatiuwung
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved