BNI Mencatat Sejumlah Rekor di Kuartal I 2016
Selasa, 12 April 2016 - 21:40 WIB
BNI Mencatat Sejumlah Rekor di Kuartal I 2016
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), Achmad Baiquni mengatakan pertumbuhan penyaluran kredit sepanjang kuartal I 2016 mengalami kenaikan 21,2%. Dari Rp269,51 triliun pada kuartal I 2015 menjadi Rp326,74 triliun di kuartal I tahun ini.
Baiquni menjelaskan kontribusi kenaikan berasal dari sektor business banking dan cosumer business, dimana alokasi kredit terbesar yaitu 71,7% total kredit dicairkan untuk sektor business banking. Kredit ke sektor ini meningkat 22,7%, dari Rp190,95 triliun menjadi Rp234,22 triliun.
"Nah salah satu sektor yang menjadi penopang naiknya kredit di sektor business banking adalah kredit ke sektor konstruksi yang tumbuh 127,5%, dari Rp 2,63 triliun menjadi Rp 5,99 triliun," jelas dia di Jakarta, Selasa (12/4/2016).
Sedangkan untuk kredit ke sektor consumer business, pertumbuhan naik 9,8%, dari Rp 52,53 triliun menjadi Rp 57,65 triliun. Perseroan juga mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 21,8% dari Rp 305,15 triliun menjadi Rp 371,56 triliun.
Adapun total DPK komposisinya masih didominasi komponen dana murah (current account saving account/ CASA) sebesar 58,5% atau sekitar Rp 217,25 triliun, meningkat 12,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2015.
"Pertumbuhan DPK ini tidak terlepas dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Dalam rangka meningkatkan layanan tersebut BNI menyediakan 1.862 outlet di seluruh Indonesia, belum termasuk kantor-kantor perwakilan di luar negeri," tukasnya.
Aset juga mengalami pertumbuhan 25,0% menjadi Rp509,09 triliun. Dia memaparkan, upaya untuk menjaga kualitas aset tersebut terus dilakukan dengan menjaga ritme penyaluran kredit agar tetap stabil.
Baiquni menjelaskan kontribusi kenaikan berasal dari sektor business banking dan cosumer business, dimana alokasi kredit terbesar yaitu 71,7% total kredit dicairkan untuk sektor business banking. Kredit ke sektor ini meningkat 22,7%, dari Rp190,95 triliun menjadi Rp234,22 triliun.
"Nah salah satu sektor yang menjadi penopang naiknya kredit di sektor business banking adalah kredit ke sektor konstruksi yang tumbuh 127,5%, dari Rp 2,63 triliun menjadi Rp 5,99 triliun," jelas dia di Jakarta, Selasa (12/4/2016).
Sedangkan untuk kredit ke sektor consumer business, pertumbuhan naik 9,8%, dari Rp 52,53 triliun menjadi Rp 57,65 triliun. Perseroan juga mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 21,8% dari Rp 305,15 triliun menjadi Rp 371,56 triliun.
Adapun total DPK komposisinya masih didominasi komponen dana murah (current account saving account/ CASA) sebesar 58,5% atau sekitar Rp 217,25 triliun, meningkat 12,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2015.
"Pertumbuhan DPK ini tidak terlepas dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Dalam rangka meningkatkan layanan tersebut BNI menyediakan 1.862 outlet di seluruh Indonesia, belum termasuk kantor-kantor perwakilan di luar negeri," tukasnya.
Aset juga mengalami pertumbuhan 25,0% menjadi Rp509,09 triliun. Dia memaparkan, upaya untuk menjaga kualitas aset tersebut terus dilakukan dengan menjaga ritme penyaluran kredit agar tetap stabil.
(ven)
Lihat Juga :