Wall Street Berakhir Mendatar Saat Saham Keuangan Naik

Jum'at, 15 April 2016 - 09:26 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mendatar Saat Saham Keuangan Naik
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir mendatar setelah dua hari beruntun mencetak keuntungan, ketika pendapatan bank-bank besar dan saham keuangan terus melompat naik. Tercatat saham Bank of America Corp (BAC.N) naik 2,5% untuk memberikan dorongan terbesar kepada indeks S & P 500, usai bank terbesar kedua itu melaporkan laba kuartalan melebihi harapan.

Sementara dilansir Reuters, Jumat (15/4/2016) saham Wells Fargo (WFC.N) pada kuartal pertama 2016 ini sedikit tergelincir 0,5%. Sektor keuangan yang menjadi sektor terburuk tahun ini dalam beberapa hari terakhir masih menjaga tren postif dengan kenaikan 0,3% selama lima hari beruntun. Saham BlackRock (BLK.N) naik 1,9% setelah pengelola aset mengumumkan restrukturisasi.

"Pasar saham telah menikmati penguatan ini dan saya pikir akan terus berlanjut dalam beberapa hari kedepan. Bursa saham sudah mulai pulih, meski masih ada beberapa peluang untuk menjadi lebih kuat lagi. Pasar ingin melihat pandangan lebih positif terkait pertumbuhan pendapatan kedepannya," jelas Direktur Alokasi Investasi Aset RidgeWorth, Alan Gayle.

Wall Street memulai tahun 2016 cukup sulit di tengah kekhawatiran atas perekonomian global, dan dilanjutkan rebound tajam pada pertengahan Februari lalu. Kini saham terlihat stabil pada April ini dan S & P 500 mencatatkan tren positif untuk pertama di 2016.

Indeks Dow Jones industrial average pada perdagangan kemarin berakhir naik 18,15 poin atau 0,1% menjadi 17.926,43, indeks S & P 500 mendapatkan tambahan 0,36 poin atau 0,02% ke level 2.082,78. Sedangkan komposit Nasdaq merosot 1,53 poin atau 0,03% ke level 4.945,89.

Saham energi memperlihatkan berperforma terbaik, sementara konsumen melemah cukup dalam. Sekitar 6,7 miliar saham yang berpindah tangan pada perdagangan pasar modal AS di bawah rata-rata harian 7,1 juta dollar selama 20 hari dilansir data Thomson Reuters.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
4 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
5 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
5 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
6 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
6 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
6 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved