Harga Komoditas Anjlok, Menteri ESDM: Waktu Tepat Moratorium Lahan Tambang

Jum'at, 15 April 2016 - 22:29 WIB
Harga Komoditas Anjlok,...
Harga Komoditas Anjlok, Menteri ESDM: Waktu Tepat Moratorium Lahan Tambang
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan moratorium terhadap penerbitan izin lahan pertambangan. Pasalnya, saat ini harga komoditas sedang anjlok sehingga membuat sektor pertambangan kurang diminati.

Dia mengatakan, pada dasarnya tujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan moratorium penerbitan izin lahan tambang karena banyaknya kasus lingkungan akibat kegiatan pertambangan. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk tidak memberikan izin lahan tambang baru.

"Dan menurut saya situasi ini memungkinkan untuk itu, toh komoditi tambang sedang sangat tertekan. Ini waktu yang tepat untuk konsolidasi, kita bangun sama-sama. Itu di minerba kan ada dua tema, satu hilirisasi di push, diteruskan. Satu lagi konsolidasi," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Menurutnya, moratorium ini akan mempermudah dan memperkuat upaya konsolidasi tambang. Sebab, kegiatan pertambangan memang sebaiknya diisi pelaku yang serius dan juga peduli dengan kelestarian lingkungan. "Apalagi kan sekarang kan animo membuat tambang baru itu kan enggak terlalu besar," tandasnya.

(Baca: BPS Nilai Moratorium Lahan Sawit dan Tambang Tak Berbahaya)

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan tengah menyiapkan moratorium untuk lahan kelapa sawit dan lahan tambang. Hal ini dilakukan ‎setelah pemerintah resmi mengeluarkan aturan penundaan pemberian izin baru di lahan gambut mulai 13 Mei 2015, yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 8/2015 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian ESDM Akan...
Kementerian ESDM Akan Tertibkan RKAB Perusahaan yang Terkait Peti
Tanggulangi PETI, APBI...
Tanggulangi PETI, APBI Dukung Dibentuknya Unit Khusus Penegakan Hukum di Kementerian ESDM
Kementerian ESDM: Pertambangan...
Kementerian ESDM: Pertambangan Tanpa Izin Perlu Jadi Perhatian Bersama
Penertiban Aktivitas...
Penertiban Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin Harus Tuntas
Bahlil Ganti 19 Pejabat...
Bahlil Ganti 19 Pejabat ESDM Eselon II: Tak Boleh Lagi Obral Izin Tambang
IMA Dorong Stakeholders...
IMA Dorong Stakeholders Serius Tangani Penambangan Tanpa Izin
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
1 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
2 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
2 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved