Pertamina Akui Kemampuan Kilang RI Rendah di Kawasan ASEAN
Selasa, 19 April 2016 - 17:25 WIB
Pertamina Akui Kemampuan Kilang RI Rendah di Kawasan ASEAN
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengakui bahwa saat ini kemampuan kilang perseroan dalam mengelola minyak (kompleksitas indeks) jauh lebih rendah dibanding negara lain di kawasan ASEAN. Bahkan, kemampuan kilang Pertamina tersebut masih kalah dibanding Thailand.
Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menyebutkan, kompleksitas kilang di Indonesia hanya sekitar 4,9. Itu pun sudah termasuk proyek pembangunan kilang RU Plaju, RU Cilacap, RU Balikpapan, RU Dumai, dan RU Balongan.
"Kompleksitas kilang nasional relatif rendah dibandingkan dengan kilang yang berada di kawasan Asia dan global," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Dia menambahkan kompleksitas kilang dalam membuat berbagai jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) di RU Plaju hanya sebesar 3, lalu RU Cilacap sebesar 3,1, RU Balikpapan sebesar 3,7, RU Dumai sebesar 6,6, dan RU Balongan sebesar 10. Sementara, komplesitas beberapa kilang tetangga seperti Singapura 4,8 dan Thailand sebesar 6.
Oleh karena itu, sambung mantan Bos Semen Indonesia ini, untuk meningkatkan kompleksitas tersebut, perseroan juga telah melakukan upgrading kilang RU Cilacap dan RU Balongan.
"Ada beberapa rencana upgrading di Cilacap dan Balongan, serta Dumai yang nanti akan mengarah kepada peningkatan kapasitas sekaligus peningkatan kompleksitas indeks," pungkasnya.
Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menyebutkan, kompleksitas kilang di Indonesia hanya sekitar 4,9. Itu pun sudah termasuk proyek pembangunan kilang RU Plaju, RU Cilacap, RU Balikpapan, RU Dumai, dan RU Balongan.
"Kompleksitas kilang nasional relatif rendah dibandingkan dengan kilang yang berada di kawasan Asia dan global," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Dia menambahkan kompleksitas kilang dalam membuat berbagai jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) di RU Plaju hanya sebesar 3, lalu RU Cilacap sebesar 3,1, RU Balikpapan sebesar 3,7, RU Dumai sebesar 6,6, dan RU Balongan sebesar 10. Sementara, komplesitas beberapa kilang tetangga seperti Singapura 4,8 dan Thailand sebesar 6.
Oleh karena itu, sambung mantan Bos Semen Indonesia ini, untuk meningkatkan kompleksitas tersebut, perseroan juga telah melakukan upgrading kilang RU Cilacap dan RU Balongan.
"Ada beberapa rencana upgrading di Cilacap dan Balongan, serta Dumai yang nanti akan mengarah kepada peningkatan kapasitas sekaligus peningkatan kompleksitas indeks," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :