Kilang Banyak yang Sudah Sepuh, Pertamina Genjot Modernisasi
Senin, 05 Oktober 2020 - 17:30 WIB
loading...
Pertamina menyebutkan modernisasi kilang terus dikejar untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah di dalam negeri. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, rencana pengembangan dan modernisasi dari kilang-kilang minyak (refinery) Pertamina memerlukan strategi yang detail. Saat ini kilang Pertamina sudah berusia tua dan kapasitas pengolahannya terbilang kecil.
(Baca Juga: Terbongkar!, Ini Penyebab Harga BBM Pertamina Mahal)
"Perlu dipahami bahwa kondisi hari ini dimana jenis minyak mentah yang bisa diolah di kilang kita sangat terbatas jumlahnya, hanya 3% dari pasokan dunia," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/10/2020).
Menurut Nicke, kondisi ini menyebabkan terjadinya harga yang lebih tinggi karena masalah supply-demand yang belum seimbang. Dengan nantinya membangun kilang-kilang baru maupun modernisasi kilang-kilang yang ada akan dapat memperbaiki fleksibilitas kilang yang dapat diolah.
"Sehingga kita harapkan setelah pembangunan kilang ini harga dari crude yang diolah bisa ditekan dan ujungnya akan berpengaruh terhadap harga pokok produksi. Dengan demikian kita harapkan harga BBM akan semakin kompetitif dan affordable bagi masyarakat Indonesia," jelasnya.
(Baca Juga: Terbongkar!, Ini Penyebab Harga BBM Pertamina Mahal)
"Perlu dipahami bahwa kondisi hari ini dimana jenis minyak mentah yang bisa diolah di kilang kita sangat terbatas jumlahnya, hanya 3% dari pasokan dunia," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/10/2020).
Menurut Nicke, kondisi ini menyebabkan terjadinya harga yang lebih tinggi karena masalah supply-demand yang belum seimbang. Dengan nantinya membangun kilang-kilang baru maupun modernisasi kilang-kilang yang ada akan dapat memperbaiki fleksibilitas kilang yang dapat diolah.
"Sehingga kita harapkan setelah pembangunan kilang ini harga dari crude yang diolah bisa ditekan dan ujungnya akan berpengaruh terhadap harga pokok produksi. Dengan demikian kita harapkan harga BBM akan semakin kompetitif dan affordable bagi masyarakat Indonesia," jelasnya.
Lihat Juga :