Rupiah Masih Memerah, IHSG Menghijau Tembus Level 4.900
Kamis, 21 April 2016 - 12:32 WIB
Rupiah Masih Memerah, IHSG Menghijau Tembus Level 4.900
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I ini masih berada di zona negatif sejak pembukaan tadi pagi. Pelemahan rupiah siang ini di tengah semakin menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah berada di level Rp13.170/USD dengan kisaran harian Rp13.163-Rp13.180/USD. Posisi tersebut melemah dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.165/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini masih berada di zona merah atau melemah ke level Rp13.172/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.147/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini tercatat melemah ke level Rp13.176/USD dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.144/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.182/USD. Posisi ini tercatat semakin melemah dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.133/USD.
Sementara, IHSG sesi I masih betah di zona nyaman, menguat 26,31 poin atau 0,54% ke level 4.902,91. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air, IHSG menguat 9,02 poin atau 0,18% ke level 4.885,62. Dan pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 5,33 poin atau 0,11% ke level 4.876,60.
Sektor saham di dalam negeri hari ini hampir semuanya berada di jalur positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 1,72%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor aneka industri yang turun 1,41%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,99 triliun dengan 3,08 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp156,60 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp847,76 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp1 triliun. Tercatat 146 saham menguat, 116 melemah dan 88 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Bisi International Tbk (BISI). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Siantar Top Tbk (STTP).
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah berada di level Rp13.170/USD dengan kisaran harian Rp13.163-Rp13.180/USD. Posisi tersebut melemah dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.165/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini masih berada di zona merah atau melemah ke level Rp13.172/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.147/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini tercatat melemah ke level Rp13.176/USD dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.144/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.182/USD. Posisi ini tercatat semakin melemah dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.133/USD.
Sementara, IHSG sesi I masih betah di zona nyaman, menguat 26,31 poin atau 0,54% ke level 4.902,91. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air, IHSG menguat 9,02 poin atau 0,18% ke level 4.885,62. Dan pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 5,33 poin atau 0,11% ke level 4.876,60.
Sektor saham di dalam negeri hari ini hampir semuanya berada di jalur positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 1,72%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor aneka industri yang turun 1,41%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,99 triliun dengan 3,08 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp156,60 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp847,76 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp1 triliun. Tercatat 146 saham menguat, 116 melemah dan 88 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Bisi International Tbk (BISI). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Siantar Top Tbk (STTP).
(izz)
Lihat Juga :