Wall Street Melempem Terbebani Laporan Kinerja Emiten

Jum'at, 22 April 2016 - 07:58 WIB
Wall Street Melempem...
Wall Street Melempem Terbebani Laporan Kinerja Emiten
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) turun untuk pertama kali dalam empat sesi setelah laporan keuangan emiten dan peringatan oleh Verizon Communications bahwa pemogokan pekerja kemungkinan akan berdampak pada keuangan perusahaan.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/4/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,63% ke level 17.982,52, Indeks S&P 500 melemah 0,52% ke level 2.091,48, dan Nasdaq Composite turun tipis 0,05% menjadi 4.945,89.

Indeks S&P 500 dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan hingga 1% dari rekor tertinggi pada Mei, didukung oleh dolar lebih lembut dan pulihnya harga minyak mentah. Tapi investor sedikit memiliki kesabaran terhadap hasil laporan keuangan perusahaan gagal dalam memenuhi hatapan.

Harga minyak mentah turun sekitar 1%, tapi tetap mendekati level tertinggi dalam lima bulan setelah Badan Energi Internasional mengatakan pada 2016 akan terjadi penurunan produksi terbesar oleh produsen non-OPEC dalam 25 tahun.

Saham Verizon turun 3,32% setelah perusahaan telekomunikasi ini mengatakan terjadi pemogokan pekerja yang kemungkinan akan menurunkan pendapatan kuartal I tahun ini.

Sebanyak sembilan dari 10 sektor S&P lebih rendah, dengan sektor telekomunikasi turun hingga 2,74% yang sebagian besar dikarenakan saham Verizon. Saham Alphabet membukukan pendapatan kuartal pertama sedikit di bawah harapan dan membuat sahamnya turun 5,5%, serta saham Microsoft turun 3,5% persen setelah laporan keuangan kuartal I.

Selama sesi, wisatawan turun 6,05% setelah sektor properti dan asuransi kecelakaan melaporkan penurunan laba sebesar 17% dan menjadi hambatan terbesar pada Indeka Dow Jones.

Saham American Express naik 0,91% setelah pendapatannya naik untuk pertama kalinya dalam lima kuartal, sementara saham Mattel tenggelam 5,78% setelah penjualannya mengalami penurunan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
10 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
38 menit yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
47 menit yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
1 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
1 jam yang lalu
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
1 jam yang lalu
Infografis
Saatnya Akselerasi Kinerja...
Saatnya Akselerasi Kinerja Pemerintahan dengan Formasi Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved