Wall Street Berakhir Lebih Rendah Terseret Saham Energi
Selasa, 26 April 2016 - 08:37 WIB
Wall Street Berakhir Lebih Rendah Terseret Saham Energi
A
A
A
NEW YORK - Indeks Wall Street kemarin waktu setempat di awal pekan berakhir lebih rendah terseret saham energi saat harga minyak kembali ke tren penurunan. Sementara laporan pendapatan beberapa perusahaan seperti Perrigo dan Xerox juga memberikan dampak kepada pasar modal Amerika Serikat.
Dilansir Reuters, Selasa (26/4/2016) dengan indeks S&P mendekati rekor tertinggi hampir setahun lalu, para investor masih berjuang menemukan alasan memberikan kestabilan. Saham Perrigo Co (PRGO.N) turun 18% dan menjadi sentimen terbesar untuk indeks S&P.
"Hampir terjadi penurunan yang besar karena kesulitan kami adalah kurangnya konsistensi, baik dari segi penghasilan dan data ekonomi. Salah satu efek positif yakni pelemahan USD dan diperkirakan akan meningkat, tapi masih belum jelas," terang Presiden LibertyView Capital Management, Rick Meckler.
The Fed diharapkan dapat menahan suku bunga lebih stabil setelah pertemuan dua hari yang dijadwalkan berlangsung mulai hari ini, para pembuat kebijakan diyakini akan lebih optimis menatap prospek ekonomi sehingga akan ada kenaikan kembali suku bunga acuan.
Tercatat Indeks Dow Jones industrial average (DJI) jatuh 26,51 poin atau 0,15% ke level 17.977,24 diikuti oleh indeks S&P 500 (SPX) yang kehilangan 3.79 poin atau 0,18% ke posisi 2.087,79. Sedangkan komposit Nasdaq (IXIC) menyusut 10,44 poin atau 0,21% ke level 4.895,79.
Sektor energi menjadi hambatan terbesar dalam indeks S&P dengan penurunan sebesar 1,1%. Pendapatan kuartal pertama dari komponen S & P 500 diprediksi akan melemah sebesar 7,3% dari tahun sebelumnya berdasarkan data Thomson Reuters I/B/E/S.
Sebanyak 135 perusahaan yang telah melaporkan, 59% mencatatkan pendapatan di atas ekspektasi analis. Indeks perumahan PHLX (HGX) jatuh 0,7% setelah data menunjukkan penjualan rumah baru di AS mengalami penurunan pada Maret. Penurunan terkonsentrasi di wilayah Barat AS, namun analis memprediksi pasar perumahan akan terus meningkatkan.
Dilansir Reuters, Selasa (26/4/2016) dengan indeks S&P mendekati rekor tertinggi hampir setahun lalu, para investor masih berjuang menemukan alasan memberikan kestabilan. Saham Perrigo Co (PRGO.N) turun 18% dan menjadi sentimen terbesar untuk indeks S&P.
"Hampir terjadi penurunan yang besar karena kesulitan kami adalah kurangnya konsistensi, baik dari segi penghasilan dan data ekonomi. Salah satu efek positif yakni pelemahan USD dan diperkirakan akan meningkat, tapi masih belum jelas," terang Presiden LibertyView Capital Management, Rick Meckler.
The Fed diharapkan dapat menahan suku bunga lebih stabil setelah pertemuan dua hari yang dijadwalkan berlangsung mulai hari ini, para pembuat kebijakan diyakini akan lebih optimis menatap prospek ekonomi sehingga akan ada kenaikan kembali suku bunga acuan.
Tercatat Indeks Dow Jones industrial average (DJI) jatuh 26,51 poin atau 0,15% ke level 17.977,24 diikuti oleh indeks S&P 500 (SPX) yang kehilangan 3.79 poin atau 0,18% ke posisi 2.087,79. Sedangkan komposit Nasdaq (IXIC) menyusut 10,44 poin atau 0,21% ke level 4.895,79.
Sektor energi menjadi hambatan terbesar dalam indeks S&P dengan penurunan sebesar 1,1%. Pendapatan kuartal pertama dari komponen S & P 500 diprediksi akan melemah sebesar 7,3% dari tahun sebelumnya berdasarkan data Thomson Reuters I/B/E/S.
Sebanyak 135 perusahaan yang telah melaporkan, 59% mencatatkan pendapatan di atas ekspektasi analis. Indeks perumahan PHLX (HGX) jatuh 0,7% setelah data menunjukkan penjualan rumah baru di AS mengalami penurunan pada Maret. Penurunan terkonsentrasi di wilayah Barat AS, namun analis memprediksi pasar perumahan akan terus meningkatkan.
(akr)
Lihat Juga :