Indeks S&P dan Dow Jones Terdongkrak Sektor Energi

Rabu, 27 April 2016 - 09:17 WIB
Indeks S&P dan Dow Jones...
Indeks S&P dan Dow Jones Terdongkrak Sektor Energi
A A A
NEW YORK - Indeks S & P 500 terdongkrak naik pada perdagangan kemarin waktu setempat didukung oleh keuntungan dari sektor energi dan material. Meskipun data ekonomi tidak menunjukkan tren positif dan cenderung melemahkan dolar Amerika Serikat (USD) sehingga memberikan dukungan untuk harga minyak dan emas.

Dilansir Reuters, Rabu (27/4/2016) setelah penutupan indeks S & P 500 berjangka mendapatkan keuntungan ketika Nasdaq justru mengalami kerugian semakin besar setelah jatuh lebih dari 6,0% saat Apple melaporkan laba di bawah ekspektasi. Sebelumnya permintaan mobil di AS serta komputer tercatat merosot menyeret USD untuk sulit pulih.

Konsumen juga dilaporkan pesimis terkait outlook jangka pendek perekonomian dan menjadikan keyakinan konsumen menjadi rendah pada bulan April. Pejabat The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) yang menggelar pertemuan dua hari di Washington, D.C, diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang membuat suku bunga stabil.

Tercatat Indeks Dow Jones Industrial Average naik 13,08 poin atau 0,07% ke posisi 17.990,32, indeks S & P 500 menguat 3,91 poin atau 0,19% menjadi 2.091,7, serta Nasdaq Composite turun 7,48 poin atau 0,15% ke level 4.888,31.

Indeks S & P 500 sejak tengah pekan kemarin terlihat bergerak variatif terimbas pergerakan fluktuatif harga minyak yang jadi sentimen buat saham-saham di sektor energi.
Sementara Nasdaq terseret pelemahan saham Apple hampir 7,0% menjadi USD97,31 setelah penghasilan perusahaan ini jatuh di bawah ekspektasi dan prospek yang mengecewakan.

Saham turun 0,7 persen menjadi USD104,35 pada akhir sesi perdagangan. Di sisi lain saham twitter juga kehilangan lebih dari 10% pada akhir perdagangan setelah melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan untuk kuartal pertama. Sekitar 6,5 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata selama 20 sesi terakhir sebesar 6,9 miliar lembar saham.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved