BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,6%

Jum'at, 29 April 2016 - 07:03 WIB
BI Ramal Pertumbuhan...
BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,6%
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia memprediksi perekonomian Indonesia tahun ini tumbuh 5,2-5,6% dan terus berada dalam tren meningkat untuk jangka menengah, sejalan dengan meningkatnya kapasitas perekonomian.

Dengan peningkatan kapasitas perekonomian tersebut, inflasi diperkirakan dapat terjaga sesuai dengan kisaran sasaran 4±1% untuk tahun 2016-2017 dan 3,5±1% dalam jangka menengah.

"Dengan struktur perekonomian yang lebih baik dan sumber pertumbuhan yang lebih terdiversifikasi, defisit transaksi berjalan diprakirakan akan tetap terkendali pada tingkat yang aman dan dengan struktur yang lebih sehat," kata Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Dalam jangka menengah, prospek ekonomi domestik berada dalam lintasan yang terus meningkat didukung oleh perekonomian global yang semakin pulih dan kebijakan struktural pemerintah di sektor riil yang semakin dapat mengatasi berbagai tantangan struktural.

Ke depan, koordinasi antara Bank Indonesia dengan pemerintah dalam mewujudkan reformasi struktural perlu untuk terus dilakukan.

Koordinasi ini diharapkan memperkuat sinergi dalam menjawab berbagai isu struktural, seperti ketahanan pangan, energi dan air, peningkatan daya saing industri nasional, memperbaiki sektor maritim dan pariwisata. Selanjutnya pembiayaan pembangunan berkesinambungan, ekonomi yang lebih inklusif, dan penguatan modal dasar pembangunan.

Menurut Agus, reformasi struktural sudah saatnya diarahkan pada upaya meningkatkan daya saing industri nasional, termasuk hilirisasi, yang apabila dibiarkan akan cenderung tergerus oleh kekuatan ekonomi baru di kawasan.

(Baca: Pemerintah Target Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,9% di 2017)

Kebijakan yang terkoordinasi diperlukan dalam pengembangan industri nasional yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan.

"Kita perlu mendorong peningkatan populasi industri dengan sebaran yang lebih baik, terutama di luar Jawa dan terintegrasi dalam rantai nilai global," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Deflasi Selama 4 Bulan,...
Deflasi Selama 4 Bulan, Ekonom Prediksi BI Rate Turun ke 6%
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Ketua DPR Sudah Terima...
Ketua DPR Sudah Terima Surat dari Jokowi Berisi Nama Calon Gubernur BI, Siapa Calon Kuat?
Kisah Perry Warjiyo,...
Kisah Perry Warjiyo, Dari Seorang Anak Kabayan Desa Jadi Gubernur BI Dua Periode
Tok! Perry Warjiyo Resmi...
Tok! Perry Warjiyo Resmi Kembali Jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
22 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
42 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved