IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Hari Ini
Jum'at, 29 April 2016 - 08:06 WIB
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Hari Ini
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini menurut Analis Reliance Securities Lanjar Nafi masih, akan bergerak cenderung mixed tertahan dengan range pergerakan 4.820-4.875. Dia menerangkan secara teknikal meskipun menguat tipis, IHSG membentuk pola candlestick bearish dengan penutupan di bawah harga pembukaan.
"IHSG seakan tidak mampu break out MA7 sebagai resistancenya di level 4.870 seiring momentum dari Indikator RSI yang terkonsolidasi pada area middle oscillator meskipun ada peluang crosing di area dekat oversold pada indikator stochastic," ujarnya di Jakarta, Jumat (29/4/2016).
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya di akhir pekan yang akan ditunggu oleh para investor di antaranya tingkat inflasi di Eropa dan tingkat kemampuan konsumen di AS. Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung tertekan dengan ditutup naik tipis +2,73 poin sebesar 0,06% di level 4.848,39 dengan volume yang relatif tinggi.
Sektor infrastruktur dan aneka industri yang melemah lebih dari 1% menjadi beban berat IHSG dalam penguatan. Investor asing pun terlihat kembali melakukan aksi jual bersih sebesar Rp501,75 miliar meskipun rupiah berhasil menguat kembali di bawah Rp13.200/USD.
"Investor terlihat seakan lebih berhati-hati dengan pasar negara berkembang setelah bursa Eropa dibuka turun cukup dalam," pungkasnya.
"IHSG seakan tidak mampu break out MA7 sebagai resistancenya di level 4.870 seiring momentum dari Indikator RSI yang terkonsolidasi pada area middle oscillator meskipun ada peluang crosing di area dekat oversold pada indikator stochastic," ujarnya di Jakarta, Jumat (29/4/2016).
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya di akhir pekan yang akan ditunggu oleh para investor di antaranya tingkat inflasi di Eropa dan tingkat kemampuan konsumen di AS. Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung tertekan dengan ditutup naik tipis +2,73 poin sebesar 0,06% di level 4.848,39 dengan volume yang relatif tinggi.
Sektor infrastruktur dan aneka industri yang melemah lebih dari 1% menjadi beban berat IHSG dalam penguatan. Investor asing pun terlihat kembali melakukan aksi jual bersih sebesar Rp501,75 miliar meskipun rupiah berhasil menguat kembali di bawah Rp13.200/USD.
"Investor terlihat seakan lebih berhati-hati dengan pasar negara berkembang setelah bursa Eropa dibuka turun cukup dalam," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :