Dihentikan JK, Jokowi Geser Pelabuhan Cilamaya ke Patimban

Senin, 02 Mei 2016 - 16:38 WIB
Dihentikan JK, Jokowi...
Dihentikan JK, Jokowi Geser Pelabuhan Cilamaya ke Patimban
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan untuk menggeser rencana pembangunan pelabuhan di kawasan Cilamaya, Jawa Barat ke ‎Patimban, Kabupaten Subang. Pembangunan Pelabuhan Cilamaya terhenti sejak Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memutuskan untuk menghentikan proyek tersebut lantaran bersinggungan dengan ladang minyak dan gas (migas) milik PT Pertamina (Persero).

Dia mengakui, pemerintah awalnya merencanakan pembangunan pelabuhan di Cilamaya. Namun, karena pembangunan di lokasi tersebut dapat mengganggu potensi infrastruktur migas, maka Patimban dinilai menjadi lokasi paling sesuai untuk dibangun sebuah pelabuhan.

"Awalnya akan dibangun di Cilamaya namun karena pembangunan di Cilamaya bisa mengganggu potensi infrastruktur migas dan lainnya, oleh sebab itu dicari lokasi alternatif di luar Cilamaya dan ketemu di Patimban, Kabupaten Subang Jabar, lokasi yang paling sesuai," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/5/2016).

Menurutnya, meskipun selama ini pemerintah memfokuskan pembangunan pelabuhan di luar Jawa, khususnya Indonesia Timur, namun hal tersebut tidak membuat pembangunan pelabuhan di wilayah Jawa tidak diperlukan lagi. Apalagi, wilayah Jawa membutuhkan pelabuhan tambahan mengingat pelabuhan yang telah ada sudah semakin padat.

"‎Perlu dibangun pelabuhan alternatif mengingat pelabuhan-pelabuhan yang sudah ada itu semakin padat seperti di Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak di Surabaya," imbuh dia.

Mantan orang nomor satu di DKI Jakarta ini menambahkan, Indonesia membutuhkan pelabuhan besar pada daerah Pantai Utara di Jawa Barat. Hal ini guna meningkatkan efisiensi transportasi dan logistik, dengan kapasitas 7,5 juta teus pada 2037.

"Kita harapkan dengan pelabuhan ini, jalur distribusi dan lalu lintas tidak perlu lagi menempuh jalur darat yang terlalu jauh untuk sampai ke Jakarta, sampai ke Semarang, sampai ke Surabaya," pungkasnya.

Sebagai Informasi rentetan pro dan kontra pembangunan pelabuhan di kawasan Cilamaya, Jawa Barat, terhenti setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memutuskan menggeser lokasi pembangunan pelabuhan tersebut ke lokasi lebih timur karena ada ladang migas milik PT Pertamina.

"Setelah Pak Wapres melihat kondisi operasi Offshore North West Java (ONWJ) di sana, maka beliau memutuskan untuk menggeser lokasi pembangunan Pelabuhan Cilamaya ke daerah yang lebih timur," ujar Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam kepada Sindonews di Cilamaya, Jawa Barat (2/4/2015) lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
Kunjungi Pelabuhan Patimban,...
Kunjungi Pelabuhan Patimban, Jokowi Ingin Eskpor Mobil Terus Digas
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
55 menit yang lalu
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
1 jam yang lalu
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
3 jam yang lalu
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved