Pelemahan USD Picu Wall Street Berakhir Rebound

Selasa, 03 Mei 2016 - 07:46 WIB
Pelemahan USD Picu Wall...
Pelemahan USD Picu Wall Street Berakhir Rebound
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup rebound setelah pekan lalu mengalami kerugian. Positifnya sektor keuangan dan melemahnya dolar Amerika Serikat (USD) meredakan kekhawatiran tentang pendapatan untuk perusahaan multinasional dan mendorong saham di AS menguat.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/5/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 117,52 poin atau 0,66% ke level 17.891,16, Indeks S&P 500 naik 16,13 poin atau 0,78% ke level 2.081,43 dan Indeks Nasdaq Composite naik 42,24 poin atau 0,88% ke level 4.817,59.

Indeks Nasdaq mengakhiri tujuh kali penurunan berturut-turut, meskipun Apple (AAPL.O) jatuh untuk sesi kedelapan, penurunan terpanjang sejak pertengahan 1998.

Keuntungan sektor konsumen juga mengangkat saham, yang pada Jumat telah membukukan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari dua bulan. Di mana saham Amazon (AMZN.O) melonjak 3,7% menjadi USD683,85 membuat S&P 500 dan Nasdaq meningkatkan terbesar, sedangkan kedua sektor konsumen diskresioner dan staples naik masing-masing lebih dari 1%.

Indeks USD turun 0,5% dan turun 6,1% sejauh tahun ini, tren pertanda baik bagi perusahaan AS dengan banyak penjualan luar negeri. "Sepertinya USD yang lemah digantikan segalanya hari ini, dan membantu perusahaan yang melakukan bisnis di luar negeri," kata Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama.

Sementara laba kuartal pertama dari perusahaan di Indeks S&P 500 sebagian besar analis memperkirakan akan turun 5,7% dari tahun lalu. Saham Berkshire Hathaway (BRKa.N), naik 0,6% setelah pertemuan pemegang saham tahunan pada Sabtu kematin, sementara sektor keuangan naik 1,1%.

Pemulihan harga minyak dan akomodatif Federal Reserve (The Fed) telah membantu Indeks S&P 500 naik sekitar 14% sejak pertengahan Februari. Aktivitas manufaktur AS naik untuk bulan kedua berturut-turut pada April, tetapi pada kecepatan yang sedikit lebih lambat. The Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks aktivitas pabrik nasional merosot ke 50,8 bulan lalu dari 51,8 pada Maret.

Saham Baker Hughes (BHI.N) turun 2% menjadi USD47,40 setelah scrapping kesepakatan untuk bergabung dengan rival yang lebih besar dari Halliburton (HAL.N). Saham Halliburton naik 1,8% menjadi USD42,05.

Saham Apollo Education (APOL.O) melonjak 12,4% menjadi USD8,77 setelah sekelompok investor menaikkan penawaran mereka menjadi USD1,14 miliar untuk membeli penyedia pendidikan nirlaba.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
9 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
9 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
9 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
9 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
11 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved