IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Jelang Libur Panjang
Rabu, 04 Mei 2016 - 07:51 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Jelang Libur Panjang
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi oleh Analis Reliance Securities Lanjar Nafi masih, akan bergerak mixed jelang libur panjang. Bursa saham Tanah Air diyakini akan menutup pekan ini dalam range pergerakan 4.770-4.850.
Dia menjelaskan secara teknikal IHSG kembali bergerak terkonsolidasi pada support MA50. Indikator stochastic pun terlihat flat didekat oversold area. "Dengan momentum bearish yang masih terlihat di indikator RSI. Signal yang terlihat masih cukup bearish terkonsolidasi dari Indikator MACD," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/5/2016).
Lanjut dia data yang akan keluar pada tengah pekan ini di antaranya aktifitas sektor jasa di seluruh dunia, Penjualan ritel di Eropa dan Neraca perdagangan, Factory Orders dan stok minyak di AS. Sementara IHSG kemarin pun mengikuti sempat bergerak menguat di sesi pertama namun terlihat sedikit tekanan hingga menyentuh area negatif.
Hingga akhirnya IHSG kemarin ditutup menguat tipis 3,94 poin sebesar 0,08% dilevel 4.812,26 dengan volume relative sepi.
Kekhawatiran investor pada minggu pertama bulan Mei yang hanya ada 3 hari perdagangan dan hasil survey pertumbuhan Produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang melambat di level 4,9% menjadi alasan investor masih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
"Investor asing pun terlihat kembali melakukan aksi jual bersih cukup tinggi sebesar Rp641,65 miliar. Nilai tukar rupiah pun terlihat melemah meskipun indeks dolar Amerika Serikat (USD) sedang tertekan pasca reboundnya harga minyak yang menyentuh level USD45 per barrel," pungkasnya.
Dia menjelaskan secara teknikal IHSG kembali bergerak terkonsolidasi pada support MA50. Indikator stochastic pun terlihat flat didekat oversold area. "Dengan momentum bearish yang masih terlihat di indikator RSI. Signal yang terlihat masih cukup bearish terkonsolidasi dari Indikator MACD," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/5/2016).
Lanjut dia data yang akan keluar pada tengah pekan ini di antaranya aktifitas sektor jasa di seluruh dunia, Penjualan ritel di Eropa dan Neraca perdagangan, Factory Orders dan stok minyak di AS. Sementara IHSG kemarin pun mengikuti sempat bergerak menguat di sesi pertama namun terlihat sedikit tekanan hingga menyentuh area negatif.
Hingga akhirnya IHSG kemarin ditutup menguat tipis 3,94 poin sebesar 0,08% dilevel 4.812,26 dengan volume relative sepi.
Kekhawatiran investor pada minggu pertama bulan Mei yang hanya ada 3 hari perdagangan dan hasil survey pertumbuhan Produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang melambat di level 4,9% menjadi alasan investor masih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
"Investor asing pun terlihat kembali melakukan aksi jual bersih cukup tinggi sebesar Rp641,65 miliar. Nilai tukar rupiah pun terlihat melemah meskipun indeks dolar Amerika Serikat (USD) sedang tertekan pasca reboundnya harga minyak yang menyentuh level USD45 per barrel," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :