BPS Ramal Sektor Tambang Kuartal II Masih Lemah
Rabu, 04 Mei 2016 - 15:54 WIB
BPS Ramal Sektor Tambang Kuartal II Masih Lemah
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan harga komoditas batu bara tak kunjung stabil pada kuartal II tahun ini, sehingga akan tetap mengalami kontraksi lanjutan. Mengingat, pada kuartal I sektor tersebut pertumbuhannya terkontraksi atau minus 0,66%.
BPS menegaskan bahwa harga batu bara di pasar internasional masih rendah dan permintaan di negara-negara importir dunia juga masih tipis. (Baca: Harga Batu Bara Rendah, Sektor Tambang Alami Kontraksi)
"Kalau dari perkembangan dari triwulan ke triwulan memang negatif, kemungkinan di kuartal depan masih anjlok. Karena harga di batu baranya masih rendah juga," kata ‎Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS Kecuk Suharyanto di Gedung BPS Jakarta, Rabu (4/5/2016).
Minusnya sektor pertambangan ini juga karena dimulai UU Minerba yang menetapkan bahwa Indonesia tidak boleh mengirimkan batu bara mentah ke luar negeri.
"Itu harus diolah dulu, dan kita perlu waktu membangun smelter dulu, mulai dari sana negatif kemudian dibarengi dengan harganya yang anjlok," pungkas dia.
BPS menegaskan bahwa harga batu bara di pasar internasional masih rendah dan permintaan di negara-negara importir dunia juga masih tipis. (Baca: Harga Batu Bara Rendah, Sektor Tambang Alami Kontraksi)
"Kalau dari perkembangan dari triwulan ke triwulan memang negatif, kemungkinan di kuartal depan masih anjlok. Karena harga di batu baranya masih rendah juga," kata ‎Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS Kecuk Suharyanto di Gedung BPS Jakarta, Rabu (4/5/2016).
Minusnya sektor pertambangan ini juga karena dimulai UU Minerba yang menetapkan bahwa Indonesia tidak boleh mengirimkan batu bara mentah ke luar negeri.
"Itu harus diolah dulu, dan kita perlu waktu membangun smelter dulu, mulai dari sana negatif kemudian dibarengi dengan harganya yang anjlok," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :