Bisnis Properti di Jateng Tumbuh Positif

Jum'at, 06 Mei 2016 - 18:31 WIB
Bisnis Properti di Jateng...
Bisnis Properti di Jateng Tumbuh Positif
A A A
SEMARANG - Bisnis properti di Jateng terus menunjukan pertumbuhan positif. Bahkan lonjakan permintaan properti atau rumah sudah terasa meningkat sejak awal tahun ini.

Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Humas Promosi dan Publikasi Dibya K Hidayat mengatakan, pertumbuhan positif tersebut terlihat dari hasil penjualan rumah selama REI Expo digelar.

"Dari tiga kali REI Expo yang sudah berlangsung, penjualannya terus meningkat signifikan bahkan selalu sesuai dengan target yang diharapkan" ujarnya, Jumat (6/5/2016).

Dia mengatakan, pertumbuhan penjualan perumahan banyak didominasi oleh penjualan perumahan kelas menengah dengan harga rata-rata Rp250 juta sampai Rp700 juta.

Tren positif tersebut salah satunya disebabkan dengan akan diberlakukannya UU Tax Amnesty (Pengampunan Pajak) oleh pemerintah. Program tersebut dinilai akan mampu memberikan pengaruh positif terhadap bisnis properti. Pasalnya, dengan adanya aturan tersebut akan dapat mendeteksi kemampuan beli calon konsumen.

Menurutnya, dengan adanya tax amnesty potensi-potensi konsumen akan terlihat, sehingga mampu meningkatkan daya beli terhadap properti. Apalagi, pendapatan para konsumen tercantum jelas melalui Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT).

Sementara itu, di tengah tren positif perumbuhan perumahan kelas menengah, perumahan rakyat atau sederhana melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perbakan (FLPP) justru tengah mengalami masa sulit.

Kesulitanya bukan karena kurangnya daya beli masyarakat melainkan lebih pada kesulitan pengembang untuk melakukan pembangunan. "Sekarang ini pengembang perumahan FLPP masih kesulitan mendapatkan tanah dengan harga yang sesuai dengan harga jual perumahan FLPP," tambah Wakil Ketua DPD REI Jateng bidang perumahan rakyat Andi Kurniawan.

Dia mengatakan, dengan harga jual rumah FLPP sebesar Rp116 juta-Rp118 juta per unit, seharusnya harga tanah adalah Rp150 ribu/m2. "Tapi sekarang untuk mencari tanah dengan harga segitu sudah sangat sulit. Sekarang ini pengembang yang bisa membangun adalah mereka yang memiliki stok tanah," ungkapnya.

Kendala lain, lamanya proses persetujuan bank penyalur FLPP. Di mana untuk proses persetujuan bisa memakan waktu 3-5 bulan. "Selain itu, kendala lain banyak calon pembeli yang belum bankable. Karena itu, kami berharap perbankan memberikan kemudahan," tandas Andi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
13 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
40 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
53 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
1 jam yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved