Wall Street Mixed Terimbas Pelemahan Sektor Energi

Selasa, 10 Mei 2016 - 07:51 WIB
Wall Street Mixed Terimbas...
Wall Street Mixed Terimbas Pelemahan Sektor Energi
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street pada perdagangan kemarin (Selasa pagi WIB) berakhir mixed (variatif) setelah naiknya saham Allergan Plc dan perusahaan kesehatan menutupi penurunan sektor energi.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/5/2016), Indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 0,2% ke level 17.705,91, Indeks S&P 500 naik tipis 0,08% menjadi 2.058,69, dan Nasdaq Composite bertambah 0,3% menjadi 4.750,21, dibantu oleh kenaikan sektor biotek yang reli 2,45%.

Lima dari 10 sektor S&P berakhir lebih tinggi, dipimpin oleh sektor kesehatan yang naim 1,13%. Sementara, sektor energi dan material anjlok 1,25%. Saham Allergan (AGN.N) melonjak 5,98%, Teva Pharmaceutical Industries Ltd (TEVA.TA) (TEVA.N) masih mengharapkan pengambilan bisnis obatbgenerik Allergen senilai USD40,5 miliar.

Saham Chevron Corp (CVX.N) turun 1,48% karena harga minyak mentah AS turun 2,8% dan pedagang menilai dampak dari kebakaran hutan di Kanada memengaruhi produksi minyak di negara tersebut dan membangun persediaan.

Penurunan lebih besar dari perkiraan dalam impor dan ekspor China pada April menunjukkan melemahnya permintaan di negara ekonomi terbesar kedua di dunia dan membebani sektor material. Saham Caterpillar (CAT.N) turun 3,52% atau membebani paling berat di Dow Jones.

Investor tetap berhati-hati tentang pendapatan perusahaan. Di mana laba kuartal pertama pada hampir semua perusahaan di Indeks S&P 500 rata-rata turun 5,5% dan pendapatan turun 1,9%.

"Saya akan memberikan penghasilan musim ini C atau C. Sementara sebagian besar perusahaan mampu melangkah lebih jauh berkurang dari harapan, pertumbuhan penjualan secara keseluruhan tetap mengecewakan," kata Alan Gayle, ahli strategi investasi senior di RidgeWorth Investments di Atlanta.

Perusahaan panel surya SolarCity (SCTY.O), co-didirikan oleh teknologi miliarder Elon Musk, menawarkan sebuah laporan kuartal pertama yang mengecewakan investor, sehingga membuat sahamnya turun 13%. Selain itu, saham Krispy Kreme Doughnuts Inc (KKD.N) melonjak 24,32% setelah setuju untuk diambil pribadi senilai USD1,35 miliar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
5 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
6 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
6 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
6 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
6 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
8 jam yang lalu
Infografis
Sektor Keuangan Akan...
Sektor Keuangan Akan jadi Sasaran Ancaman Siber di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved