IHSG Diprediksi Terkoreksi Hingga Level 4.650
Rabu, 11 Mei 2016 - 07:56 WIB
IHSG Diprediksi Terkoreksi Hingga Level 4.650
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi oleh Analis Reliance Securities Lanjar Nafi masih akan bergerak mixed tertahan dengan range pergerakan 4.738-4.810. Menurutnya bursa saham Tanah Air secara pergerakan menggunakan analisa teknikal cenderung tertahan pada support level.
Dia menambahkan Indikator stochastic pun masih bergerak tertahan meskipun indikator RSI mulai berindikasi rebound. "Investor juga memperhatikan pola negatif dari IHSG yang terbentuk yakni Head and Shoulder dengan konfirmasi break out 4.738 dan target koreksi hingga 4.650," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/5/2016).
Lanjut dia menerangkan bahwa sentimen selanjutnya pada tengah pekan ini di antaranya tingkat penjualan eceran di Indonesia, Index Leading Ekonomi dan kadar investasi para investor asing di Jepang. Sementara IHSG kemarin bergerak mixed sepanjang perdagangan dengan ditutup berhasil menguat tipis 13,8 poin sebesar +0,29% di level 4.763,11 dengan volume yang cenderung sepi.
Data Cadangan Devisa Indonesia naik USD200 juta dilevel USD107,7 Miliar dari usd107,5 Miliar. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI).
"Namun kekhawatiran terhadap pertumbuhan eksport Indonesia masih cukup tinggi sehingga membuat investor asing kembali melakukan penjualan bersih sebesar Rp101,61 miliar," pungkasnya.
Dia menambahkan Indikator stochastic pun masih bergerak tertahan meskipun indikator RSI mulai berindikasi rebound. "Investor juga memperhatikan pola negatif dari IHSG yang terbentuk yakni Head and Shoulder dengan konfirmasi break out 4.738 dan target koreksi hingga 4.650," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/5/2016).
Lanjut dia menerangkan bahwa sentimen selanjutnya pada tengah pekan ini di antaranya tingkat penjualan eceran di Indonesia, Index Leading Ekonomi dan kadar investasi para investor asing di Jepang. Sementara IHSG kemarin bergerak mixed sepanjang perdagangan dengan ditutup berhasil menguat tipis 13,8 poin sebesar +0,29% di level 4.763,11 dengan volume yang cenderung sepi.
Data Cadangan Devisa Indonesia naik USD200 juta dilevel USD107,7 Miliar dari usd107,5 Miliar. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI).
"Namun kekhawatiran terhadap pertumbuhan eksport Indonesia masih cukup tinggi sehingga membuat investor asing kembali melakukan penjualan bersih sebesar Rp101,61 miliar," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :