Rizal Ramli Tak Mau Disetir Inpex Soal Blok Masela

Rabu, 11 Mei 2016 - 18:40 WIB
Rizal Ramli Tak Mau...
Rizal Ramli Tak Mau Disetir Inpex Soal Blok Masela
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli menegaskan tidak akan mau disetir dan diatur oleh Inpex Corporation terkait pengembangan kilang Blok Masela, Maluku. Hal ini menanggapi pernyataan Inpex yang baru akan mengajukan perbaikan proposal pengembangan (plan of development/PoD) Blok Masela pada 2019.

(Baca: Rizal Ramli: Terlalu Cetek Blok Masela Hanya Soal Darat-Laut)

Menurutnya, pemerintah berkeinginan Blok Masela dapat dibangun secepatnya agar dapat memberikan nilai tambah bagi Tanah Air. Karena itu, mantan Kepala Bulog ini menekankan agar Inpex dapat mengikuti aturan main pemerintah.

"Itu kan maunya Inpex (revisi PoD mundur sampai 2019). ‎Kita kan ingin berupaya pembangunan ekonomi di-drive negara. Ingat kan kasus reklamasi? Kita ingin pembangunan ekonomi di-drive dari negara," tegasnya di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

(Baca: Rizal Ramli Mengaku Malu dengan Malaysia)

Mantan Menko bidang Perekonomian ini menambahkan, meski pengelolaan Blok Masela akan langsung diatur negara, namun dipastikan tetap akan mengakomodasi semua kepentingan, baik negara, masyarakat ataupun investor. Namun, Rizal tidak ingin investor justru mengatur negara dan membuat pemerintah tidak berdaya.

"Kita mengakomodasi kepentingan investor, Inpex, dan lainnya. Tapi negara yang drive, bukan dibalik-balik. Kasus reklamasi kan yang drive swasta. Presiden perintahkan negara yang drive supaya benefitnya lebih besar. Ini (Blok Masela) juga sama negara yang drive," tandas dia.

Sekadar diketahui, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan bahwa Inpex saat ini belum bisa mengajukan perbaikan proposal pengembangan lapangan Blok Masela. Mereka baru akan mengajukan perbaikan proposal pada Juni 2019, atau bersamaan dengan pengajuan perpanjangan kontrak Blok Masela yang habis pada 2028.

Dengan jadwal waktu tersebut, maka keputusan final investasi (final investment decision/FID) baru akan dilakukan pada 2025. Jadwal ini mundur dari target yang dicanangkan 2018, maka jadwal produksi Lapangan Abadi tersebut akan molor dari ‎jadwal yang ditetapkan yaitu pada 2024.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukung Keberlanjutan...
Dukung Keberlanjutan Pasokan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi LNG Blok Masela
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proyek Abadi Masela,...
Proyek Abadi Masela, SKK Migas dan Inpex Inspeksi 17 Stasiun Metocean di Tengah Laut
Minat Caplok Blok Masela...
Minat Caplok Blok Masela 10%, Menteri ESDM Minta Medco Izin ke Konsorsium
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Shell Cabut, Inpex Yakin...
Shell Cabut, Inpex Yakin Proyek Masela Jalan Terus
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved