Wall Street Jatuh di Tengah Kemerosotan Saham Disney

Kamis, 12 Mei 2016 - 08:54 WIB
Wall Street Jatuh di...
Wall Street Jatuh di Tengah Kemerosotan Saham Disney
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat mengalami kejatuhan pada perdagangan kemarin waktu setempat ketika Indeks Dow Jones industrial average turun ke posisi terburuk sejak Februari. Pelemahan Wall Street terjadi di tengah merosotnya penurunan laporan triwulan Walt Disney serta Macy's and Fossil yang mempengaruhi kepercayaan sektor konsumen.

Dilansir Reuters, Kamis (12/5/2016) indeks konsumen tercatat mengalami penurunan sebesar 1,98% untuk mencetak sebagai yang terburuk dalam tiga bulan terakhir. Hambatan terbesar datang dari saham Disney (DIS.N) yang jatuh 4,04% setelah melaporkan pendapatan negatif. Selanjutnya saham Departement Strore Macy's (M.N) juga melemah 15,17% ke titik terendah sejak 2011.

Menambah keterpurukan pasar saham AS, beberapa sektor ritel juga mengalami tekanan seperti saham Office Depot (ODP.O) terpuruk sebesar 40,39% dan saham Staples (SPLS.O) berkurang 18,34%. Mayoritas 10 sektor S & P mengalami pelemahan kecuali SPLRCU yang bertambah 0,24%. Penurunan S & P 500 menghapus keuntungan hari sebelumnya dengan peningkatan saham Amazon.com (AMZN.O)

"Tidak ada kekuatan harga dan tidak ada pertumbuhan pendapatan. Sementara Anda memiliki Amazon yang tetap bertahan dengan menyerap banyak pesanan," ucap Kepala Investasi Strategis Robert W. Baird & Co, Bruce Bittles.

Indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot 1,21% ke level 17.711,12 untuk menjadi yang terburuk sejak 11 Februari. Sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 0,96 ke posisi 2.064,46 dan komposit Nasdaq jatuh 1,02% menjadi 4.760,69.

Sekitar 7,0 miliar saham berpindah tangan pada perdagangan saham AS kemarin waktu setempat, tepat di bawah rata-rata harian 7.2 miliar selama 20 sesi berdasarkan data perdagangan Thomson Reuters. Pendapatan perusahaan pada kuartal pertama untuk indeks S & P 500 jauh di luar perkiraan kejatuhan sebesar 5,4%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
25 menit yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
52 menit yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
1 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
2 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
3 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
13 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved