Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal I Defisit USD287 Juta

Jum'at, 13 Mei 2016 - 11:57 WIB
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal I Defisit USD287 Juta
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) merilis neraca pembayaran Indonesia pada kuartal I/2016 mengalami defisit sebesar USD287 juta atau menurun dibanding kuartal IV/2015 yang mengalami surplus sebesar USD5,1 miliar. Jika dibanding periode sama tahun sebelumnya, neraca pembayaran Indonesia juga turun karena pada periode tersebut surplus USD1,3 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistyowati mengatakan, defisit yang terjadi terhadap neraca pembayaran Indonesia pada periode ini disebabkan lantaran perusahaan lebih banyak membayar utang ketimbang menarik utang lagi dari luar negeri.

Akibatnya, defisit pendapatan primer pun mengalami pembengkakan dari sebelumnya USD6,7 miliar pada kuartal IV/2015 menjadi USD7,5 miliar pada kuartal 1/2016. "Kita lebih banyak bayar utang daripada narik utang. Ini yang menyebabkan kenapa kita defisit, yang biasa kita narik utang jadi kita bayar utang," katanya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Selain itu, pada periode tersebut pendapatan sekunder dari remitansi TKI juga mengalami penurunan. Pada kuartal IV/2015‎, pendapatan sekunder mencapai USD1,4 miliar sementara pada kuartal I/2016 hanya USD1,2 miliar.

"Pndapatan sekunder kita tahu TKI kita banyak yang dipulangin dan sudah enggak banyak lagi. Jadi turun pendapatan sekundernya," imbuh dia.

Selain itu, investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) dan investasi portfolio juga sama-sama mengalami penurunan. Investasi langsung turun dari USD2,8 miliar menjadi USD2,2 miliar pada periode ini. Sementara investasi portfolio dari USD4,9 miliar menjadi USD4,4 miliar.

"‎Investasi lainnya juga kita defisit. Ini akibat perusahaan Indonesia banyak yang bayar utang. Ini bukan berarti jelek, karena melihat ekonomi belum membaik jadi mereka lebih baik kembaliin utangnya. Baru nanti utang lagi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Catatkan Surplus USD5,9 Miliar di Kuartal III-2024
Neraca Pembayaran Kuartal...
Neraca Pembayaran Kuartal III Surplus USD2,1 Miliar
Setelah Defisit, Neraca...
Setelah Defisit, Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD2,4 Miliar
Prismalink Hadirkan...
Prismalink Hadirkan Sistem Pembayaran Online dengan Banyak Inovasi
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD3 Miliar
Bank Indonesia Optimistis...
Bank Indonesia Optimistis Neraca Pembayaran Surplus di 2022
Berita Terkini
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
29 menit yang lalu
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
39 menit yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
11 jam yang lalu
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
13 jam yang lalu
Menuju Debat Ketiga,...
Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X
13 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved