Menkeu: Sulit Hitung Potensi Penerimaan Pajak dari Panama Papers

Jum'at, 13 Mei 2016 - 15:27 WIB
Menkeu: Sulit Hitung...
Menkeu: Sulit Hitung Potensi Penerimaan Pajak dari Panama Papers
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menerangkan sulit menjangkau data orang Indonesia yang masuk dalam daftar Panama Papers. Seperti diketahui berdasarkan data tersebut ada 1038 nama orang Indonesia yang tertera sebagai pengguna jasa firma hukum di Panama yang bernama Mossack Fonseca untuk membuat perusahaan cangkang (shell companies).

Meski tidak bisa dijangkau, tapi dia menegaskan akan tetap menelusuri lebih lanjut data tersebut. Namun karena hanya tertera nama, alamat dan nama perusahaan saja, menurutnya akan sulit menghitung potensi penerimaan pajak yang bisa didapatkan negara dari para pengemplang pajak tersebut.

‎"Gimana bisa ngitung wong tidak ada informasi apa-apa. Cuma nama, alamat dan perusahaan. Kalau untuk pajak hanya jadi input, ya nanti kita konfirmasi dengan data yang kita miliki. Jadi itu hanya jadi input," kata dia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Sebelumnya Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan jika orang Indonesia yang masuk dalam daftar Panama Papers tidak serta merta bisa mengikuti kebijakan pengampunan pajak Tax Amnesty sebelum melunasi utang pajak mereka. Terkait Tax Amnesty, Menkeu Bambang yakin mampu mendongkrak penerimaan negara.

Dia berharap Juni 2016, tax amnesty yang kini sedang dibahas pemerintah dan DPR dapat mencapai kata sepakat dan dijalankan. "Pokoknya kita genjot semuanya, untuk penerimaan negara," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
17 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
46 menit yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
1 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved