BI Nilai Indonesia Pantas Naik Ranking

Jum'at, 13 Mei 2016 - 17:48 WIB
BI Nilai Indonesia Pantas...
BI Nilai Indonesia Pantas Naik Ranking
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengatakan sudah sepatutnya Indonesia mendapat peringkat lebih tinggi dari perusahaan pemeringkat kelas dunia, Standard & Poor’s (S&P) Rating Service dalam hal peringkat investasi.

Argumentasi bank sentral, selama ini Indonesia telah melakukan berbagai perbaikan, baik dari sektor riil, makro, maupun fiskal.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, pemerintah dan bank sentral selama ini telah menciptakan berbagai kemajuan mulai dari reformasi struktural dan perbaikan iklim investasi. Selain itu, berbagai proyek infrastruktur yang dulunya mangkrak kini mulai menunjukkan perkembangan.

"Ditunjukkan bagaimana MRT sudah progress, tol sudah berkembang, waduk sudah berkembang, airport sudah progress. Bagaimana juga iklim investasi, proses pengajuan relatif lebih cepat sekarang, dan juga dari sisi makronya, moneter dan fiskal tetap akan prudent. Itu disampaikan dari Presiden, Menteri, Gubernur BI, Ketua OJK, semua pihak menyampaikan," katanya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Menurutnya, kelayakan naik ranking ini sangat penting untuk Indonesia sebagai sebuah pengakuan (recognition). Dan dengan beragam kemajuan dan kondisi fiskal yang lebih prudent, sepantasnya Indonesia memperoleh pengakuan tersebut.

"Jadi recognition itu sangat penting, bahwa apa yang dilakukan pemerintah, bank sentral itu di-recognize. Wajar dengan kemajuan itu tentu saja Indonesia berhak mendapatkan recognition atau pengakuan," tuturnya.

Perbaikan peringkat juga akan dapat memperbaiki persepsi investor. Mereka akan merasa prospek ekonomi di Tanah Air bagus dan risiko dari eksternal dapat dikendalikan. "Itu tidak terbatas dari portofolio investasi tapi juga PMA," ucap Perry.

Alumnus Iowa State University, AS ini, berujar dengan peringkat yang lebih bagus maka suku bunga pun dapat diturunkan. Sebab risiko premi akan menjadi lebih rendah.

"Ini juga tidak hanya berlaku bagi pembiayaan negara untuk penerbitan obligasi di global bond tapi juga untuk swasta. Karena ini akan merembes kepada swasta, sektor keuangan, dan semuanya," pungkasnya.

Sebagai informasi, tahun ini Indonesia belum mendapatkan peringkat investasi dari S&P. Posisi terakhir peringkat investasi Indonesia adalah BB+ dengan positive outlook. Untuk tahun ini, S&P akan memantau perbaikan yang dilakukan Indonesia dalam berbagai bidang, baik pengelolaan ekonomi, keuangan negara, maupun hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
22 menit yang lalu
UU P2SK Momentum Penting...
UU P2SK Momentum Penting Perkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
31 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
47 menit yang lalu
IHSG Berbalik Menguat...
IHSG Berbalik Menguat 0,69% ke 5.916 meski Sepi Transaksi
55 menit yang lalu
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
1 jam yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Hadirkan PF-Lestari, Sistem Pemantauan Kehati Berbasis AI
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved