K/L Diminta Hemat Anggaran, Ini Penjelasan Kemenkeu

Selasa, 17 Mei 2016 - 14:52 WIB
K/L Diminta Hemat Anggaran,...
K/L Diminta Hemat Anggaran, Ini Penjelasan Kemenkeu
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, penghematan kementerian dan lembaga (K/L) tidak berkaitan dengan defisit anggaran. Melainkan, untuk penghematan, efisiensi dan efektivitas.

"Intinya arahnya ke sana (penghematan, efisiensi dan efektivitas), jadi ini enggak ada kaitannya sama defisit kita. Agar lebih hemat saja sebetulnya dan supaya belanja lebih efisien dan optimal. Kemudian belanja prioritas juga kita hemat supaya betul-betul lebih efisien, jadi etiap rupiah itu kita manfaatkan," kata dia di JCC, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Misalnya, lanjut Askolani, K/L jika ingin melakukan survei harus jelas, karena sudah ada data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data BPS yang valid dapat membantu K/L, sehingga tidak perlu lagi melakukan survei di lapangan.

Atas dasar itu, tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk survei. Data valid BPS bisa membantu penghematan K/L tidak mengeluarkan anggaran untuk survei.

"Dari data yang valid maka program-program pemerintah harapannya menggunakan itu. Misalnya untuk yang menerima subsidi, bantuan kesehatan sehingga satu data yang dipakai tidak lagi banyak data yang missleading," kata dia.

Menurutnya, pemerintah ingin program-program mereka lebih tepat sasaran, sehingga jika menggunakan satu data itu lebih mudah memanagenya. "Kita juga bakal lebih fokus untuk monitoring," imbuhnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) No 4/2016 mengenai Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016.

Inpres tersebut untuk pengendalian dan pengamanan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Total penghematan yang dipangkas dari seluruh K/L mencapai Rp50 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Demi Pemulihan Ekonomi,...
Demi Pemulihan Ekonomi, KKP Realokasi Anggaran Rp483 Miliar
Komisi IV DPR Dukung...
Komisi IV DPR Dukung Penambahan Pagu Anggaran KKP Rp3,45 Triliun
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Rincian Pemangkasan...
Rincian Pemangkasan Anggaran Kementerian/Lembaga
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved