Ekonomi AS Diperkirakan Baru Pulih 20 Tahun Lagi
Selasa, 17 Mei 2016 - 18:24 WIB
Ekonomi AS Diperkirakan Baru Pulih 20 Tahun Lagi
A
A
A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) saat ini tengah dalam kondisi kurang baik dan terancam mengalami resesi ekonomi. Pasalnya, Negeri Paman Sam kini tengah mengalami penurunan permintaan (demand) hampir 50% yang berdampak pada penurunan penjualan.
Bahkan, upaya pemerintahan Amerika Serikat (AS) untuk menaikkan suku bunga acuannya justru tidak banyak direspons. Dana yang diharapkan bisa masuk dalam jumlah besar nyatanya tidak terjadi.
"Amerika pertumbuhannya stagnan di level 1,5%. Bahkan mencoba menaikkan suku bunga juga enggak banyak efeknya. Harapannya dana masuk banyak, tapi ternyata enggak juga," kata dia dalam acara Manajer Forum XXIV MNC Group di Jakarta, Selasa (17/5/2016).
Menurutnya, penurunan permintaan yang terjadi di AS diperkirakan baru akan kembali pulih 20 tahun akan datang. Sebab, anak usia balita di negara tersebut baru akan jadi generasi kerja pada dua dekade akan datang.
"Jadi, 20 tahun lagi baru jadi demand baru. Nah 20 tahun ke depan sudah sangat berubah dari sekarang. Eranya era baru lagi. Era teknologi," tandasnya.
Bahkan, upaya pemerintahan Amerika Serikat (AS) untuk menaikkan suku bunga acuannya justru tidak banyak direspons. Dana yang diharapkan bisa masuk dalam jumlah besar nyatanya tidak terjadi.
"Amerika pertumbuhannya stagnan di level 1,5%. Bahkan mencoba menaikkan suku bunga juga enggak banyak efeknya. Harapannya dana masuk banyak, tapi ternyata enggak juga," kata dia dalam acara Manajer Forum XXIV MNC Group di Jakarta, Selasa (17/5/2016).
Menurutnya, penurunan permintaan yang terjadi di AS diperkirakan baru akan kembali pulih 20 tahun akan datang. Sebab, anak usia balita di negara tersebut baru akan jadi generasi kerja pada dua dekade akan datang.
"Jadi, 20 tahun lagi baru jadi demand baru. Nah 20 tahun ke depan sudah sangat berubah dari sekarang. Eranya era baru lagi. Era teknologi," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :