AS Melonggarkan Sanksi Ekonomi Myanmar

Rabu, 18 Mei 2016 - 14:02 WIB
AS Melonggarkan Sanksi...
AS Melonggarkan Sanksi Ekonomi Myanmar
A A A
LONDON - Amerika Serikat (AS) secara perlahan mengurangi sanksi ekonominya terhadap Myanmar, menyusul reformasi politik bersejarah negara itu setelah di bawah pengaruh kekuasaan militer selama puluhan tahun. AS kabarnya telah mencabut larangan 10 perusahaan milik negara di industri perbankan, kayu, dan pertambangan.

Meski AS telah mencabut beberapa larangan, namun seperti dilansir BBC News, Rabu (18/5/2016) dinilai efeknya secara keseluruhan masih akan terbatas mengingat banyak perusahaan besar Myanmar masih masuk dalam daftar hitam Negeri Paman Sam -julukan AS-. Tercatat hingga kini masih ada lebih dari 100 orang pengusaha Myanmar dalam daftar sanksi Washington.

Itu berarti perusahaan-perusahaan AS dilarang melakukan penawaran dengan mereka. Apalagi Militer di negara itu juga memiliki saham signifikan di banyak bisnis di Myanmar. Meski demikian, AS mengatakan langkah terbaru ini bertujuan meningkatkan arus perdagangan dengan Myanmar. Ini juga memungkinkan lebih banyak transaksi keuangan dilakukan.

Pelonggaran sanksi AS ini diyakini efek setelah tahun ini Myanmar yang juga dikenal sebagai sebagai Burma, melakukan pemilihan secara demokratis untuk pertama kalinya setelah lebih dari 50 tahun. AS kali pertama melonggarkan sanksi terhadap Myanmar pada 2011 lalu.

Harapannya adalah pencabutan sanksi bertahap akan memudahkan mereka mengoperasikan dan melakukan bisnis di negara Asia Tenggara. Perusahaan besar AS seperti General Electric dan Coca Cola telah mendirikan toko di Myanmar baru-baru ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Singapura Tegaskan Tolak...
Singapura Tegaskan Tolak Sanksi Menyeluruh Terhadap Myanmar
Jepang Dilaporkan akan...
Jepang Dilaporkan akan Hentikan Bantuan Pembangunan untuk Myanmar
Junta Menggila, AS Ancam...
Junta Menggila, AS Ancam Jatuhkan Sanksi Baru pada Myanmar
Kudeta Militer Dapat...
Kudeta Militer Dapat Porak-Porandakan Ekonomi Myanmar
Imbas Kudeta, AS Isyaratkan...
Imbas Kudeta, AS Isyaratkan Jatuhkan Sanksi pada Militer Myanmar
Bank Dunia: Kemiskinan...
Bank Dunia: Kemiskinan di Myanmar Makin Parah, Ekonomi Stagnan
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
28 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
57 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved