Ojek Online Uber dan Grab Dibekukan di Thailand

Kamis, 19 Mei 2016 - 16:19 WIB
Ojek Online Uber dan...
Ojek Online Uber dan Grab Dibekukan di Thailand
A A A
BANGKOK - Thailand telah memberhentikan layanan ojek online yang dikelola oleh Uber dan saingan regional mereka yakni Grab karena diklaim melanggar aturan lokal dan menimbulkan bentrokan dengan perusahaan transportasi resmi yang terdaftar. Bahkan dikabarkan pihak berwenang Thailand telah menangkap 66 supir yang bekerja untuk kedua perusahaan.

Dilansir BBCnews, Kamis (19/5/2016) mereka dinilai telah melanggar aturan dan terlibat keributan dengan ojek lokal sehingga terancam denda 4,000 baht atau setara USD77 dan berpotensi surat izin mengemudi mereka dicabut. Belum jelas berapa lama larangan beroperasi untuk Uber dan Grab, tapi kedua perusahaan mengatakan akan berupaya untuk menyelesaikan masalah.

"Ini hanya bersifat sementara untuk para pengemudi. Kami berharap dapat melanjutkan layanan ini secepat mingkin dan mempunyai alasan yang tepat. Mungkin kami akan melakukan diskusi positif dengan aparat berwenang yang terkait di Thailand," bunyi pernyataan Uber.

"Grab Thailand adalah sebuah perusahaan lokal dan kami berkomitmen untuk memberikan pengemudi yang mengutamakan keselamatan serta kami berupaya untuk memperbaiki kehidupan para pengemudi kami," tandasnya.

Ditambahkan layanan grabbike yang beroperasi telah sesuai dengan pedoman dan bekerja sama menuju ekosistem yang lebih baik dalam soal jasa transportasi. Namun bentrokan antara layanan transportasi on line dan resmi dimulai sejak Uber meluncurkan layanan tiga bulan terakhir di Ibukota Thailand, Bangkok.

Ojek sendiri terbilang populer di Bangkok karena dapat berkelok-kelok melewati kota-kota Thailandyang terkenal dengan kemacetannya. Tercatat ada lebih dari 186,000 ojek sepeda motor terdaftar di Thailand, dengan hampir setengahnya dapat ditemukan di Ibukota. Layanan ini juga populer di kota-kota besar Asia lainnya seperti Jakarta, dan Manila.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Soal Penurunan Komisi...
Soal Penurunan Komisi Ojol, Hitung Dampak Panjang ke Ekonomi Digital
Operator Ojek Online...
Operator Ojek Online Diminta Siapkan Posko Bagi Driver
Transaksi di Gojek Sepanjang...
Transaksi di Gojek Sepanjang 2020 Capai Rp170 Triliun
Ribuan Ojol Bakal Turun...
Ribuan Ojol Bakal Turun ke Jalan pada 20 Oktober 2024 Menagih Janji Jokowi ke Prabowo
Maxim, Ojek Online Buatan...
Maxim, Ojek Online Buatan Rusia Bertarif di Bawah Permenhub
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
26 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved