Antisipasi Kenaikan Fed Rate BI Siapkan Langkah Ini

Jum'at, 20 Mei 2016 - 07:17 WIB
Antisipasi Kenaikan...
Antisipasi Kenaikan Fed Rate BI Siapkan Langkah Ini
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyadari rencana kenaikan Fed Fund Rate pada Juni nanti, akan berpengaruh terhadap ekonomi global. Untuk itu, BI tengah menyiapkan beberapa langkah dan bauran kebijakan untuk mengatasi imbas dari kenaikan suku bunga Fed.

Salah satunya koordinasi dengan otoritas moneter untuk saling menjaga nilai tukar agar senantiasa mencerminkan fundamentalnya. BI juga akan menyikapi dengan bauran kebijakan termasuk kebijakan makroprudensial.

‎"Tidak hanya itu, kita tahu langkah-langkah pemerintah yang berkomitmen untuk melakukan reformasi struktural dengan kebijakan-kebijakan untuk perbaikan infrastruktur, SDM, perbaikan kelembagaan, termasuk menjaga daya saing ataupun perizinan-perizinan di Indonesia yang dibuat efisien. Itu bentuk daya tahan kita terhadap kenaikan itu," papar Gubenur BI Agus DW Martowardojo, Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Langkah tersebut, kata dia, kalaupun di luar negeri terjadi adanya perubahan-perubahan, namun Indonesia tetap akan terjaga stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonominya.

Agus tidak memungkiri kecil kemungkinan sidang FOMC Fed Fund Rate tidak menaikkan The Fed. Pasalnya, hampir semua dari mereka ‎berpandangan akan menaikkan Fed Rate di bulan tersebut.

"Sebelumnya pada awal tahun kita memperoleh pandangan fed fund rate itu akan meningkat bisa empat kali setahun, tapi setelah itu antara bulan Februari-April dinyatakan bahwa kalaupun Fed Fund Rate akan naik itu dilakukan secara gradual dan frekuensinya tidak akan empat kali setahun. Dari hasil itu terlihat bahwa petinggi-petinggi yang menjadi anggota FOMC hampir semua berpandangan kalau kondisi ini dapat terus dipertahankan kemungkinan untuk dinaikkan bulan juni itu tinggi," terang Agus.

Pihaknya juga melihat konsistensi hampir semua komite seperti itu, tentu ini membawa suatu kondisi bahwa terjadi kepastian bunga di Amerika akan meningkat, dan itu yang kemudian, kata Agus, akan berdampak pada stabilitas keuangan global.

"Dan di Indonesia kita tau mempunyai transaksi berjalan yang defisit dan itu juga dibiayai bukan hanya oleh Foreign Direct Investment, tapi juga oleh portfolio investment,"

Meski demikian, Agus menekankan, kalaupun terjadi gejolak pasar akibat kenaikan fed fund rate ini, tidak akan berlangsung lama. BI senantiasa akan berada di pasar keuangan untuk menjaga kestabilan.

"Ini berdampak pada kondisi pasar sesaat. Tetapi BI selalu ada di pasar untuk menjaga agar stabilitas itu ada," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bos BI Prediksi The...
Bos BI Prediksi The Fed Pangkas Suku Bunga di Semester II-2024
Bank Indonesia Tahan...
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 3,5%, Ekonom: Langkah Tepat
Suku Bunga AS Naik ke...
Suku Bunga AS Naik ke Level Tertinggi dalam 22 Tahun, Bos The Fed Bilang Begini
Bank Indonesia Diramal...
Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga di Level 3,5%
Paman Sam Kerek Suku...
Paman Sam Kerek Suku Bunga, Bank Indonesia Harus Hati-hati
The Fed Umumkan Tapering...
The Fed Umumkan Tapering di Akhir Bulan, Analis: Angin Segar Buat Investor
Berita Terkini
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
35 menit yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
1 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
2 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
2 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
3 jam yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved