Penerapan Cukai Plastik Akan Tingkatan Angka Inflasi

Selasa, 24 Mei 2016 - 04:16 WIB
Penerapan Cukai Plastik...
Penerapan Cukai Plastik Akan Tingkatan Angka Inflasi
A A A
YOGYAKARTA - Penerapan cukai plastik akan meningkatkan angka inflasi di Indonesia, akibatnya perekonomian negara ini semakin terpuruk. Penerapan cukai plastik juga memperberat industri makanan dan minuman, seperti minuman dalam kemasan. Padahal, industri makanan dan minuman berkontribusi besar terhadap angka inflasi di Indonesia.

Juru bicara Forum Lintas Asosiasi Industri Produsen dan Pengguna Plastik, Rahmat Hidayat mengatakan, plastik merupakan bahan utama kemasan industri makanan dan minuman. Karena selama ini tidak ada bahan alternatif lain pengganti plastik yang bisa digunakan untuk mengemas produk dengan baik.

“Kalau harga plastik naik akibat cukai, maka tidak ada pilihan lain dari produsen makanan dan minuman untuk meningkatkan harga,” paparnya, Senin (23/5/2016).

Jika harga makanan dan minuman dinaikkan, maka yang terjadi penurunan permintaan yang imbasnya tentu pada tingkat inflasi. Peningkatan inflasi ini tentu akan menurunkan daya beli masyarakat. Ujung-ujungnya menurunkan tingkat perekonomian karena berbagai bidang mengalami kelesuan.

Pengenaan cukai ini juga akan menurunkan daya saing produk dalam negeri di era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean. Karena ketika harga makanan dan minuman dinaikkan akibat cukai, maka sulit bersaing dengan produk lain dari luar negeri.

Akibatnya, investasi akan terimbas dan mengalami penurunan. Dampaknya, pemerintah justru akan kehilangan pemasukan akibat penurunan sektor pajak yang dihasilkan dari perputaran industri makanan dan minuman. Hal tersebut tentu akan merugikan negara meskipun awalnya penerapan cukai tersebut sebenarnya untuk menggenjot pemasukan pemerintah lewat cukai.

“Kami sudah melayangkan surat keberatan terhadap pemerintah,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah mengurungkan niatnya memberlakukan cukai plastik. Sebab, ketika pemerintah bersikukuh menerapkan cukai tersebut, Indonesia akan kehilangan daya saing. Sebagai contoh, ketika harga minuman berkarbonasi dinaikkan 1% maka akan menurunkan permintaan sekitar 1,76 %.

Dengan penurunan permintaan, pemerintah akan kehilangan daya investasi. Imbasnya, akan banyak perusahaan makanan dan minuman yang gulung tikar. Padahal industri ini memberikan kontribusi sekitar 30 % untuk PDB. Pemerintah akan menanggung beban lebih berat lagi karena akan terjadi PHK besar-besaran jika industri ini gulung tikar.

“Contohnya saja industri minuman dalam kemasan, ada sekitar 700 perusahaan yang beroperasi. Jika gulung tikar, ada 600 ribu pekerja langsung yang kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.

Corporate Communication Danone, Arif Mujahidin menambahkan, penerapan cukai pada plastik sebenarnya bertentangan dengan filosofi cukai.

Cukai diberlakukan untuk produk-produk yang bisa dikategorikan ‘berbahaya’. Plastik dalam industri air minum dalam kemasan bukan produk berbahaya, karena mengamankan produk yang ada di dalamnya.

“Tidak ada bahan yang bisa membuat minuman dikemas sesuai dengan kebutuhan. Bisa dibawa kemana saja dan praktis tanpa membahayakan produk di dalamnya,” tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Upaya Mengurangi Kantong...
Upaya Mengurangi Kantong Plastik Sekali Pakai
Digempur Produk Impor,...
Digempur Produk Impor, Industri Bahan Baku Plastik Perlu Dilindungi
Usung Keberlanjutan,...
Usung Keberlanjutan, Plastics & Rubber Indonesia Seri ke-35 Segera Dibuka
CCOF Bantu Daur Ulang...
CCOF Bantu Daur Ulang Sampah Plastik di Kalimantan dan Sulawesi
Go Internasional, Kartonplas...
Go Internasional, Kartonplas Diperkenalkan dalam Pameran Plastic dan Rubber Thailand 2023
Proteksi Industri Hilir,...
Proteksi Industri Hilir, Impor Barang Jadi Plastik Perlu Diperketat
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
12 menit yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
22 menit yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
1 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
1 jam yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
3 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
11 jam yang lalu
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved