DPR Persoalkan Kinerja Menteri BUMN

Selasa, 24 Mei 2016 - 22:13 WIB
DPR Persoalkan Kinerja...
DPR Persoalkan Kinerja Menteri BUMN
A A A
JAKARTA - DPR RI menilai kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian BUMN dinilai jauh dari memuaskan. Apalagi upaya penggabungan sejumlah BUMN (menjadi Holding) dinilai akan berdampak pada pembengkakan utang luar negeri.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka memandang Menteri BUMN Rini Soemarno lebih mempraktikkan model perusahaan swasta di BUMN. "Kami ingatkan BUMN ini ada aturan tertentu yang tidak sama dengan bisnis swasta murni. Koridornya pasal 33 UUD 1945," ujarnya, Selasa (24/5/2016).

Dalam kasus beragam kerugian BUMN, langkah yang ditempuh Rini justru membuat perusahaan induk dari BUMN sejenis. Padahal, kerugian BUMN justru muncul karena banyak BUMN memiliki anak perusahaan sampai cucu perusahaan.

Mantan Ketua Pansus Pelindo II DPR RI ini juga melihat, menteri Rini Soemarno tidak menjalankan fungsinya dengan benar. "Dalam satu kasus perpanjangan konsesi Jakarta International Countaniner Terminal salah satu anak perusahaan Pelindo II, perpanjangan itu tidak melalui RUPS dan RKAT atau Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan," katanya, dengan nada prihatin.

Mestinya, lanjut Rieke, BUMN dikelola dengan baik bisa menjadi motor pembangunan dan dapat mengurangi utang luar negeri. Rieke menengarai, BUMN yang bagus-bagus malah diagunkan untuk cari utang luar negeri," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Menurut Rieke, selama ini pengawasan kepada Menteri Rini terus berlangsung. Walaupun hanya lewat pejabat eselon 1 di kementerian karena Komisi VI masih enggan mengundang Menteri Rini ke Senayan.

Pernyataan senada disampaikan politisi PDI Perjaungan lainnya, Masinton Pasaribu, yang juga mantan anggota Pansus Pelindo II. Masinton kaget dengan naik pangkatnya orang kepercayaan Dirut Pelindo II yang bermasalah di KPK, RJ Lino. Orias Petrus Moedak adalah mantan Direktur Keuangan PT Pelindo II.

Menteri Rini mengangkat Orias Petrus Moedak sebagai Dirut Pelindo III. Menurut Masinton, seharusnya Menteri Rini tidak mempromosikan orang-orang yang duduk di pernah menjadi direksi Pelindo II yang diketahui bermasalah. "Pansus masih bekerja menyelidiki berbagai penyimpangan di BUMN Pelabuhan ini. Rekomendasi Pansus tidak dilaksanakan malah orangnya dipromosikan," ujar Masinton.

Ada kekhawatiran Pelindo III yang selama ini disebut sebagai perusahaan pelat merah bidang kepalabuhanan yang sehat, bisa bernasib seperti Pelindo II yang bermasalah karena banyak kasus korupsi yang sedang ditangani KPK dan meninggalkan utang luar negeri yang besar.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas...
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
7 menit yang lalu
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
18 menit yang lalu
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
33 menit yang lalu
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
1 jam yang lalu
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
2 jam yang lalu
Hapus Pajak JHT, Presiden...
Hapus Pajak JHT, Presiden Buruh Klaim Kantongi Restu Dirut BPJS Ketenagakerjaan
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved