Pelaporan Kartu Kredit Berdampak Negatif bagi Perekonomian

Rabu, 25 Mei 2016 - 20:27 WIB
Pelaporan Kartu Kredit...
Pelaporan Kartu Kredit Berdampak Negatif bagi Perekonomian
A A A
JAKARTA - General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Martha mengatakan, kebijakan pelaporan transaksi kartu kredit berdampak negatif bagi ekonomi nasional. Hal ini dapat terlihat dari kemungkinan semakin besarnya perpindahan transaksi nontunai ke tunai.

Menurutnya, para konsumen yang selama ini menggunakan kartu kredit untuk berbelanja, dikhawatirkan akan lebih memilih menggunakan uang tunai. Apalagi, masih ada kekhawatiran dari masyarakat terkait keamanan data dari kebijakan pelaporan data kartu kredit perbankan kepada Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak).

"Ada pontesi masyarakat akan pindah menggunakan transaksi tunai, karena sudah tidak percaya pada perbankan karena data mereka tidak aman," kata dia dalam rilisnya, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Akibat hal tersebut, tentu yang dirugikan adalah pemerintah karena akan keluarkan banyak uang untuk mencetak uang kartal di pasar. Steve mengungkapkan, transaksi kartu kredit di Indonesia dalam satu tahun mencapai Rp21 triliun dengan jumlah 20 juta nasabah.

"Karena itu, dia berharap Ditjen Pajak dapat memberikan sosialisasi dan meyakinkan para nasabah kartu kredit terkait keamanan data serta mekanismenya," kata dia.

Sementara, Direktur Potensi Kepatuhan Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak Yon Arsal mengungkapkan bahwa pembukaan data rekening kartu kredit yang akan dilakukan pemerintah dipastikan tidak membuat wajib pajak harus membayar pajak dua kali atas transaksi yang dilakukannya.

Pembukaan data ini dipastikan hanya untuk mengkroscek dan menguji kembali data SPT wajib pajak yang sudah disampaikan kepada Ditjen pajak, sehingga bisa dipastikan setiap data yang dilihat akan tersimpan aman.

"Jadi, ini bukan suatu yang luar biasa, semua negara bisa mengakses berbagai data, kita memang belum dan harus lewat prosedur bertahap, jadi ini hanya untuk menguji data dan pembanding," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wajib Pajak Diminta...
Wajib Pajak Diminta Dapat Fasilitas Lebih Baik dari Pengguna Kartu Kredit
Ini 5 Cara Bijak Gunakan...
Ini 5 Cara Bijak Gunakan Kartu Kredit, Banyak Manfaatnya
Inilah 5 Tips Kartu...
Inilah 5 Tips Kartu Kredit Aman dari Penipuan Carding, Kenali dan Pahami
Kenali Bentuk Penipuan...
Kenali Bentuk Penipuan Kartu Kredit di Bisnis Online
Bunga Kartu Kredit Turun...
Bunga Kartu Kredit Turun 2% Per Mei, Ekonom: Harapannya Konsumsi Naik
Kemudahan untuk Pengguna...
Kemudahan untuk Pengguna Kartu Kredit, Bebas Biaya Admin hingga Rp9,2 Miliar
Berita Terkini
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
38 menit yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
1 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
2 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
3 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
3 jam yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved