BI Minta Menteri Rini Dorong BUMN IPO dan Terbitkan Bond

Rabu, 25 Mei 2016 - 22:01 WIB
BI Minta Menteri Rini...
BI Minta Menteri Rini Dorong BUMN IPO dan Terbitkan Bond
A A A
JAKARTA - Guna merespons kebijakan pengampunan pajak dan predikat layak investasi dari lembaga rating internasional, Bank Indonesia (BI) meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk mendorong perusahaan pelat merah menerbitkan obligasi dan initial public offering (IPO).

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, potensi aliran modal masuk yang semakin membesar harus didukung dengan pendalaman pasar keuangan dengan meragamkan instrumen investasi.

"Pemerintah sedang bicara dengan DPR perihal tax amnesty. Paling tidak, akan ada dana masuk Rp560 triliun. Kalau tidak ada instrumennya, maka dana itu hanya akan ditempatkan di giro atau deposito perbankan," kata Agus di Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Selain dari kebijakan tax amnesty, lanjut Agus, potensi aliran dana masuk juga akan dipengaruhi sikap Fitch Ratings yang telah menyematkan Indonesia dengan predikat investment grade. "Dua lembaga rating (Moody's dan Fitch sudah memberi peringkat investment grade," ujarnya.

Menurut dia, jika Standard & Poor's juga memberikan Indonesia predikat layak investasi, maka tingkat kepercayaan investor asing akan semakin kuat. Kalau S&P bisa mengeluarkan investment grade, maka akan besar portofolio yang masuk ke Indonesia.

Namun, tanpa adanya regulasi dan instrumen invetasi yang memadai, tentu kondisi ini justru akan menghambat potensi masuknya dana-dana dari luar negeri.

Agus berharap, pemerintah bisa secara optimal mengambil perannya untuk memperdalam pasar keuangan di dalam negeri. "Kita perlu banyak korporasi BUMN yang menerbitkan bond atau korporasi untuk go public, agar pasar modal kita bisa lebih aktif," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMN Diminta Perbaiki...
BUMN Diminta Perbaiki Kinerja Sebelum IPO
IPO BUMN Mandek, OJK...
IPO BUMN Mandek, OJK Bilang Begini
4 Anak BUMN Bakal Melantai...
4 Anak BUMN Bakal Melantai di Bursa Tahun Depan, Ini Profil Singkatnya
6 BUMN Gagal Bersinar...
6 BUMN Gagal Bersinar Meski Sudah IPO, Erick Thohir Enggan Merinci Daftarnya
Pakar Pasar Modal: IPO...
Pakar Pasar Modal: IPO Berbeda dengan Privatisasi
IPO PHE Resmi Ditunda,...
IPO PHE Resmi Ditunda, Wamen BUMN: Menunggu Momentum yang Pas
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
3 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
3 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
3 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
4 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
6 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved