Wall Street Bangkit, Indeks S & P Naik 2% Dua Hari Beruntun
Kamis, 26 Mei 2016 - 08:57 WIB
Wall Street Bangkit, Indeks S & P Naik 2% Dua Hari Beruntun
A
A
A
NEW YORK - Indeks Wall Street kembali bangkit pada perdagangan kemarin waktu setempat untuk mencetak keuntungan selama dua hari beruntun, dibantu membaiknya harga minyak mentah dunia. Ditambah investor terlihat nyaman dengan peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Fed rate pada awal bulan depan.
Dilansir Reuters, Kamis (26/5/2016) indeks S & P 500 tercatat mengalami kenaikan sebesar 2% dalam dua hari terakhir, untuk menjadi yang terkuat sejak Maret. Sektor energi memimpin kenaikan sebesar 1,51% ketika harga minyak dunia melompat ke level USD50 per barel.
Pada perdagangan kemarin Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir bertambah 0,82% ke level 17,851 atau naik 51 poin. Sementara indeks S & P 500 mendapatkan keuntungan 0,7% menjadi 2,090. Di sisi lain komposit Nasdaq melesat naik 0,7% ke level 4.894,89.
Mayoritas 10 sektor indeks S & P mengalami kenaikan cukup besar dengan sembilan di antaranya memperoleh keuntungan. S & P 500 telah meningkat sekitar 15% dari posisi terendah Februari dan sekira 2% sepanjang tahun ini.
Indeks keuangan S & P. SPSY naik 1,03% dan mengakhiri sesi pada titik tertinggi tahun ini "Apa yang Anda lihat adalah pengakuan bahwa ini akan terjadi dan investor semakin lebih nyaman dengan hal tersebut. Ada pengakuan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan baik-baik saja," ujar Manajer portofolio Swarthmore Group Kurt Brunner.
Menurutnya ketidakpastian soal wacana Inggris menggelar referendum pada Juni untuk memutuskan apakah akan meninggalkan Uni Eropa atau tidak, serta pemilihan Presiden AS di November, kemungkinan bisa membatasi keuntungan saham dalam beberapa bulan berikutnya.
Sementara itu pada perdagangan kemarin beberapa saham teknologi seperti Shares of Computer Sciences (CSC.N) melonjak 42% setelah Hewlett Packard Enterprise (HPE.N) mengatakan akan melakukan penggabungan bisnis layanan. Saham Hewlett Packard Enterprise bertambah 6,77%.
Sedangkan saham Alibaba Group (BABA.N) tergelincir 6,82% setelah US Securities and Exchange Commission tengah menyelidiki dugaan praktik akuntansi yang dinilai melanggar undang-undang federal. Sekitar 6,9 miliar saham bergerak berpindah pada perdagangan saham AS, di bawah rata-rata harian 7,3 miliar selama 20 sesi berdasarkan data Thomson Reuters.
Dilansir Reuters, Kamis (26/5/2016) indeks S & P 500 tercatat mengalami kenaikan sebesar 2% dalam dua hari terakhir, untuk menjadi yang terkuat sejak Maret. Sektor energi memimpin kenaikan sebesar 1,51% ketika harga minyak dunia melompat ke level USD50 per barel.
Pada perdagangan kemarin Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir bertambah 0,82% ke level 17,851 atau naik 51 poin. Sementara indeks S & P 500 mendapatkan keuntungan 0,7% menjadi 2,090. Di sisi lain komposit Nasdaq melesat naik 0,7% ke level 4.894,89.
Mayoritas 10 sektor indeks S & P mengalami kenaikan cukup besar dengan sembilan di antaranya memperoleh keuntungan. S & P 500 telah meningkat sekitar 15% dari posisi terendah Februari dan sekira 2% sepanjang tahun ini.
Indeks keuangan S & P. SPSY naik 1,03% dan mengakhiri sesi pada titik tertinggi tahun ini "Apa yang Anda lihat adalah pengakuan bahwa ini akan terjadi dan investor semakin lebih nyaman dengan hal tersebut. Ada pengakuan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan baik-baik saja," ujar Manajer portofolio Swarthmore Group Kurt Brunner.
Menurutnya ketidakpastian soal wacana Inggris menggelar referendum pada Juni untuk memutuskan apakah akan meninggalkan Uni Eropa atau tidak, serta pemilihan Presiden AS di November, kemungkinan bisa membatasi keuntungan saham dalam beberapa bulan berikutnya.
Sementara itu pada perdagangan kemarin beberapa saham teknologi seperti Shares of Computer Sciences (CSC.N) melonjak 42% setelah Hewlett Packard Enterprise (HPE.N) mengatakan akan melakukan penggabungan bisnis layanan. Saham Hewlett Packard Enterprise bertambah 6,77%.
Sedangkan saham Alibaba Group (BABA.N) tergelincir 6,82% setelah US Securities and Exchange Commission tengah menyelidiki dugaan praktik akuntansi yang dinilai melanggar undang-undang federal. Sekitar 6,9 miliar saham bergerak berpindah pada perdagangan saham AS, di bawah rata-rata harian 7,3 miliar selama 20 sesi berdasarkan data Thomson Reuters.
(akr)
Lihat Juga :