Saran BEI Momen Tepat Investasi Saham
Kamis, 26 Mei 2016 - 16:58 WIB
Saran BEI Momen Tepat Investasi Saham
A
A
A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyarankan waktu yang tepat untuk berinvestasi termasuk di pasar saham, yakni ketika Anda mempunyai uang. Caranya, dengan menyisihkan sebagian penghasilan untuk investasi.
"Pertanyaannya kapan waktu terbaik investasi? Pada saat kita punya uang, saat baik kita mulai investasi. Saya percaya Bapak Ibu bisa menyisihkan tabungan untuk diinvestasikan buat masa depan," ujar Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan di Jakarta, Kamis (26/5/2016).
Menurutnya, jumlah pendapatan tiap bulan yang baik tidak hanya dari satu sumber seperti gaji. Namun, bisa ditambahkan melalui investasi. "Ada penjual gado-gado merangkap tukang pijat. Salah satu orang terkaya di dunia katakan tidak baik kalau bergantung ke satu penghasilan," katanya.
Dia mengatakan, berinvestasi dapat mengubah pola penghasilan yang tadinya stagnan jika hanya menjadi pegawai, bertambah tiap bulan. Sehingga bisa menambah daya beli mereka. "Dengan investasi ubah pendapatan kita yang linier seperti pegawai tapi dengan investasi berubah jadi eksponensial," tutur Nicky.
BEI sudah meluncurkan program kampanye nabung saham guna mengajak masyarakat berinvestasi di pasar modal. Bahkan tidak butuh biaya mahal, hanya cukup dengan Rp100 ribu sudah bisa jadi investor.
"BEI tahun lalu luncurkan kampanye yuk nabung saham, ini program keberpihakan kepada masyarakat pada umumnya dulu investasi saham Rp10 juta, Rp25 juta, Rp100 juta, sekarang sudah berubah, terima kasih teknologi sekarang Rp100 ribu sudah bisa beli reksa dana saham," pungkasnya.
"Pertanyaannya kapan waktu terbaik investasi? Pada saat kita punya uang, saat baik kita mulai investasi. Saya percaya Bapak Ibu bisa menyisihkan tabungan untuk diinvestasikan buat masa depan," ujar Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan di Jakarta, Kamis (26/5/2016).
Menurutnya, jumlah pendapatan tiap bulan yang baik tidak hanya dari satu sumber seperti gaji. Namun, bisa ditambahkan melalui investasi. "Ada penjual gado-gado merangkap tukang pijat. Salah satu orang terkaya di dunia katakan tidak baik kalau bergantung ke satu penghasilan," katanya.
Dia mengatakan, berinvestasi dapat mengubah pola penghasilan yang tadinya stagnan jika hanya menjadi pegawai, bertambah tiap bulan. Sehingga bisa menambah daya beli mereka. "Dengan investasi ubah pendapatan kita yang linier seperti pegawai tapi dengan investasi berubah jadi eksponensial," tutur Nicky.
BEI sudah meluncurkan program kampanye nabung saham guna mengajak masyarakat berinvestasi di pasar modal. Bahkan tidak butuh biaya mahal, hanya cukup dengan Rp100 ribu sudah bisa jadi investor.
"BEI tahun lalu luncurkan kampanye yuk nabung saham, ini program keberpihakan kepada masyarakat pada umumnya dulu investasi saham Rp10 juta, Rp25 juta, Rp100 juta, sekarang sudah berubah, terima kasih teknologi sekarang Rp100 ribu sudah bisa beli reksa dana saham," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :