IHSG Akhir Pekan Diprediksi Bergerak Mixed
Jum'at, 27 Mei 2016 - 08:40 WIB
IHSG Akhir Pekan Diprediksi Bergerak Mixed
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan bergerak mixed cenderung tertekan di akhir pekan dengan range pergerakan 4760-4895. Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menerangkan secara teknikal bursa saham Tanah Air masih menguji resistance 4785 yang kemudian dilanjutkan deengan pengujian level resistance MA50 di level 4820.
"Pergerakan hari ini terlihat seperti tertahan pada resistance MA25 dimana bila terjadi pulled back pada resistance tersebut pergerakan bearish akan kembali terlihat seperti halnya Indikator stochastic yang mulai memasuki area overbought dengan penyempitan ruang gerak bullish movementnya," jelas dia di Jakarta, Jumat (27/5/2016).
Lanjut dia sentimen selanjutnya, pada akhir pekan cukup krusial dimana akan dirilis data GDP AS serta komentar The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) mengenai kesehatan dan kesiapan AS menghadapi kenaikan biaya pinjaman. Sementara bursa Eropa bergerak variatif setelah dua hari reli.
Pertumbuhan GDP di inggris dirilis dibawah ekspektasi lebih lambat dari periode sebelumnya menjadi tekanan pada bursa saham di Eropa. Di sisi lain Bursa Asia ditutup mayoritas berbalik menguat kemarin kecuali bursa saham di jepang yang cenderung tertekan pasca turunnya dolar Amerika Serikat (USD) yang membuat nilai tukar Yen terapresiasi.
Naiknya harga minyak hingga menyentuh level USD50 per barrel sehingga USD menguat terhadap mata uang Asia dan emerging market. Penguatan harga minyak terjadi setelah data persediaan minyak di AS turun lebih dari perkiraan.
IHSG kemarin pun terlihat cukup optimis meskipun sempat mengalami pelemahan. IHSG ditutup menguat 11.59 poin sebesar 0.24% di level 4784.56 dengan volume cenderung sepi. Sektor pertambangan memimpin penguatan akibat optimisme penguatan harga minyak.
"Penguatan Rupiah pun menjadi salah satu faktor pendorong penguatan IHSG di akhir sesi perdagangan sehingga investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp273.52 miliar pada perdagangan kemarin," tandasnya.
"Pergerakan hari ini terlihat seperti tertahan pada resistance MA25 dimana bila terjadi pulled back pada resistance tersebut pergerakan bearish akan kembali terlihat seperti halnya Indikator stochastic yang mulai memasuki area overbought dengan penyempitan ruang gerak bullish movementnya," jelas dia di Jakarta, Jumat (27/5/2016).
Lanjut dia sentimen selanjutnya, pada akhir pekan cukup krusial dimana akan dirilis data GDP AS serta komentar The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) mengenai kesehatan dan kesiapan AS menghadapi kenaikan biaya pinjaman. Sementara bursa Eropa bergerak variatif setelah dua hari reli.
Pertumbuhan GDP di inggris dirilis dibawah ekspektasi lebih lambat dari periode sebelumnya menjadi tekanan pada bursa saham di Eropa. Di sisi lain Bursa Asia ditutup mayoritas berbalik menguat kemarin kecuali bursa saham di jepang yang cenderung tertekan pasca turunnya dolar Amerika Serikat (USD) yang membuat nilai tukar Yen terapresiasi.
Naiknya harga minyak hingga menyentuh level USD50 per barrel sehingga USD menguat terhadap mata uang Asia dan emerging market. Penguatan harga minyak terjadi setelah data persediaan minyak di AS turun lebih dari perkiraan.
IHSG kemarin pun terlihat cukup optimis meskipun sempat mengalami pelemahan. IHSG ditutup menguat 11.59 poin sebesar 0.24% di level 4784.56 dengan volume cenderung sepi. Sektor pertambangan memimpin penguatan akibat optimisme penguatan harga minyak.
"Penguatan Rupiah pun menjadi salah satu faktor pendorong penguatan IHSG di akhir sesi perdagangan sehingga investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp273.52 miliar pada perdagangan kemarin," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :