BI Koordinasi Pemerintah Tekan Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadhan
Jum'at, 27 Mei 2016 - 19:49 WIB
BI Koordinasi Pemerintah Tekan Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadhan
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan terus melakukan penguatan koordinasi dengan pemerintah khususnya menteri-menteri ekonomi menjelang Ramadhan pada bulan depan. Penguatan koordinasi dilakukan guna menghadapi tekanan inflasi (kenaikan harga) yang datang dari beberapa bahan pangan.
"Kami sebetulnya, dua minggu yang lalu itu sudah lakukan koordinasi dan betul-betul koordinasi yang dalam dengan Kemendag, Kementan, Menko Perekonomian dan Bulog," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI Jakarta, Jumat (27/5/2016).
Agus menjelaskan, kali ini pembahasan yang dilakukan dengan pemerintah utamanya terkait dengan harga-harga pangan yang ada di daerah, yang biasanya naik. Khususnya harga pangan yang dapat memicu inflasi di bulan Ramadhan. Hal ini agar inflasi pada bulan tersebut dapat ditekan dan tidak terlalu tinggi.
"Kita sudah melihat bagaimana tren daripada inflasi. Kami juga menyampaikan bagaimana inflasi di daerah. Kita semua tahu Indonesia kan negara besar. Jadi untuk komoditi-komoditi tertentu, khususnya harga pangan itu ada di daerah-daerah yang kalau kita tidak lakukan koordinasi bisa ada inflasi yang cukup tinggi," jelasnya.
Agus mengatakan, dengan adanya koordinasi pihaknya telah memperhatikan setidaknya lima komoditas utama yang perlu diwaspadai yang dapat menyumbang inflasi.
"Kami sudah melakukan koordinasi itu dan bahkan kita sudah lebih tajam ke lima komoditas utama. Dari beras, dari daging sapi, bawang merah, cabai dan juga daging ayam. Itu kita lakukan pembahasan yang cukup dalam," pungkasnya.
"Kami sebetulnya, dua minggu yang lalu itu sudah lakukan koordinasi dan betul-betul koordinasi yang dalam dengan Kemendag, Kementan, Menko Perekonomian dan Bulog," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI Jakarta, Jumat (27/5/2016).
Agus menjelaskan, kali ini pembahasan yang dilakukan dengan pemerintah utamanya terkait dengan harga-harga pangan yang ada di daerah, yang biasanya naik. Khususnya harga pangan yang dapat memicu inflasi di bulan Ramadhan. Hal ini agar inflasi pada bulan tersebut dapat ditekan dan tidak terlalu tinggi.
"Kita sudah melihat bagaimana tren daripada inflasi. Kami juga menyampaikan bagaimana inflasi di daerah. Kita semua tahu Indonesia kan negara besar. Jadi untuk komoditi-komoditi tertentu, khususnya harga pangan itu ada di daerah-daerah yang kalau kita tidak lakukan koordinasi bisa ada inflasi yang cukup tinggi," jelasnya.
Agus mengatakan, dengan adanya koordinasi pihaknya telah memperhatikan setidaknya lima komoditas utama yang perlu diwaspadai yang dapat menyumbang inflasi.
"Kami sudah melakukan koordinasi itu dan bahkan kita sudah lebih tajam ke lima komoditas utama. Dari beras, dari daging sapi, bawang merah, cabai dan juga daging ayam. Itu kita lakukan pembahasan yang cukup dalam," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :