Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadhan

Selasa, 23 Maret 2021 - 06:06 WIB
loading...
Kendalikan Harga Pangan...
Harga sembako di sejumlah daerah perlahan mulai naik. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai. FOTO/WIN CAHYONO
A A A
JAKARTA - Menjelang bulan Ramadhan dan Idulfitri, seperti tahun-tahun sebelumnya harga beberapa barang kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Paling mencolok harga cabai rawit merah yang sudah mencapai di atas Rp100.000 per kg, jauh di atas harga normal di kisaran Rp35-40.000 per kg.

Selain cabai, pantauan KORAN SINDO di toko sembako di Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, harga beberapa barang kebutuhan pokok juga mulai merangkak naik. Di antaranya, gula pasir dari sebelumnya Rp13.000 menjadi Rp14.000 per kg.

Jenis sembako lainnya seperti minyak goreng curah juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp12.000 per kg menjadi Rp15.000 per kg. Adapun harga daging sapi, menurut data Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPP APDI) menyebutkan, dibandingkan posisi Desember 2020 yang tingkat eceran Rp120.000 per kg, pada Maret ini sudah berada di kisaran Rp130.000-140.000 per kg.

Baca juga: Lebaran Sebentar Lagi, Jokowi Wanti-wanti Sembako Jangan Sampai Langka!

Ihkwal kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan ini diakui oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (PDN Kemendag) Syailendra. Menurutnya, harga cabai memang belum stabil hingga saat ini. Berdasarkan informasi di hargapangan.id, harga cabai rawit merah di Jawa Barat masih berada di kisaran Rp124.700 per kg, Banten Rp132.500 per kg, dan DKI Jakarta Rp135.000 per kg. Harga tersebut jauh di atas harga normal di kisaran Rp35-40.000 per kg.

Melihat kondisi tersebut, Kemendag terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan sejumlah asosiasi untuk mengamankan stok pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri. Menurut Syailendra, daerah penghasil cabai rawit merah memang tidak banyak. Salah satunya adalah Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

Baca juga: Tolak Impor Beras, PBB Minta Pemerintah Fokus Penyerapan Hasil Panen

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan asosiasi dan petani cabai di sana dan berdasarkan informasi, harga cabai yang tak turun itu karena dataran rendah terkena banjir. 30-40% enggak produksi. Tinggal dataran tinggi yang produksi,” kata Syailendra kepada KORAN SINDO, Minggu (21/3) malam.

Di luar persoalan harga cabai, Syailendra memastikan stok pangan lainnya, seperti beras dan gula, aman. Khusus gula, ketika harga lebih dari Rp12.500 per kg di suatu daerah, Ditjen PDN Kemendag langsung berkoordinasi dengan asosiasi untuk meredam kenaikan harga.

“Saya panggil. Kita sudah bagi, yang produsen ini ke wilayah ini dan (produsen lain suplai) ke sini. Aceh itu butuh tambahan dan sudah kita kondisikan. Itu harus ada yang bertanggung jawab yang suplai ke sana. Dia butuh tambahan 8.000 ton. Aceh tinggi kalau bulan puasa, banyak bikin kolak,” tuturnya.

Baca juga: Stok Melimpah, Gubernur Khofifah: Jawa Timur Tak Perlu Beras Impor

Direktur Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya telah berupaya agar harga cabai bisa kembali normal, dengan melakukan berbagai program dan kegiatan stabilisasi pasokan dan harga.

Menurut dia, pada program bebasis Early Warning System (EWS) yang disusun hingga lima bulan ke depan, memang ada menunjukkan terjadinya penurunan surplus pada komoditi cabai pada bulan Februari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menebar Kasih di Hari...
Menebar Kasih di Hari Raya Waisak 2026, BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha
BEI Buka Suara soal...
BEI Buka Suara soal MSCI, Sudah Bertemu sebelum Gejolak Pasar Saham
Danareksa Kirim 5 Ton...
Danareksa Kirim 5 Ton Beras dan Sembako untuk Korban Banjir Sumatera
Jelang Nataru, Harga...
Jelang Nataru, Harga Gula Pasir hingga Daging Ayam Kompak Naik
Cara Daftar Antrean...
Cara Daftar Antrean KJP Oktober 2025, Mudah dan Cepat
Bansos Sembako Sudah...
Bansos Sembako Sudah Cair Rp20,26 Triliun, Tiap Keluarga Dapat Rp200.000
Partai Perindo Hadirkan...
Partai Perindo Hadirkan Sembako Murah melalui Program Warung Kita
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Buruh Dapat Sembako...
Buruh Dapat Sembako di May Day 2026, Andi Gani: Tak Ada dari Oligarki dan APBN yang Dipakai
Rekomendasi
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Mendagri Prihatin Kepala...
Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Padahal Sudah Retret-Pembekalan
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved