USD Stabil, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Variatif

Jum'at, 27 Mei 2016 - 17:16 WIB
USD Stabil, Rupiah Akhir...
USD Stabil, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Variatif
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir pekan ini ditutup variatif saat USD makin perkasa. Pergerakan mixed mata uang Garuda di tengah meningkatnya USD, sementara pasar saham global berdiri makin kokoh.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada hari ini berakhir pada level Rp13.587/USD dengan kisaran Rp13.549 - Rp13.591/USD. Posisi itu tercatat semakin melemah jika dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp13.584/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.564/USD. Dibandingkan penutupan kemarin di level Rp13.587/USD, rupiah terlihat menguat sebesar 23 poin.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.564/USD dengan kisaran harian Rp13.555-Rp13.665/USD. Posisi tersebut anjlok 19 poin dari penutupan sebelumnya Rp13.545/USD.

Di sisi lain menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah terparkir pada level Rp13.575/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.615/USD.

Dilansir Reuters, Jumat (27/5/2016) indeks USD naik 0,1% dan berada pada jalur untuk mencetak performa terbaik sejak November lalu, setelah serangkaian komentar pejabat The Fed yang memperkuat sinyal kenaikan suku bunga acuan AS lebih cepat dati perkiraan sebelumnya yakni awal bulan depan.

Penguatan USD diyakini dapat mengangkat bursa saham Eropa ketika euro melemah untuk membantu perusahaan-perusahaan Eropa mengekspor barang-barang mereka ke luar negeri. Sementara di pasar mata uang menurut CNBC, pergerakan USD cenderung mendatar terhadap beberapa mata uang utama di level 95.175.

Yen Jepang sendiri bereaksi terhadap penurunan data konsumen ke level 109.67 terhadap USD, ketika sebelumnya mendaki ke puncak tertinggi yakni 109.99. Ekspor utama Jepang berakhir mixed saat Toyota turun 0,13%, Nissan mendatar dan Sony naik 0,2%.

Penguatan Yen biasanya disambut negatif oleh eksportir karena mengurangi keuntungan mereka di luar negeri bila dikonversi menjadi mata uang lokal. Sedangkan Yuan China relatif melemah melawan greenback pada level 6.5601.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
1 jam yang lalu
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
2 jam yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
2 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
5 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
7 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved